oleh

Sehat, Sebuah Rejeki yang Harus Disyukuri

SUMEKS.CO, PRABUMULIH – Wahyu Ariski (28), seorang milenial di Kota Prabumulih, mengungkapkan pendapatnya mengenai pentingnya jaminan kesehatan di kalangan anak muda. Ia berkata bahwa dulu ia pernah menggunakan kartu JKN-KIS untuk berobat.

“Menurut saya sangat praktis dan banyak kemudahan yang didapat. Tahun lalu karena kondisi pandemi, saya takut untuk datang ke FKTP dan kalaupun datang mungkin akan ramai karena ada peserta lain yang berobat. Melalui Mobile JKN ini ada fitur konsultasi dokter dan juga fitur pendaftaran pelayanan,” kata Wahyu kepada tim Jamkesnews, Senin (05/04).

Wahyu juga mengatakan bahwa kesehatan merupakan hal yang penting untuk terus dijaga. Sebagai anak muda yang menjadi penerus bangsa nantinya, kesehatan merupakan harta yang paling berharga.

“Kita mesti menjaganya sejak dini. Salah satunya dengan terdaftar menjadi peserta JKN-KIS, karena sakit tidak melihat usia. Setiap orang mempunyai kemungkinan untuk sakit. Dengan menjadi peserta JKN-KIS, tentu kita sudah terlindungi dari biaya pelayanan kesehatan yang kita sendiri tidak bisa mengira suatu saat nanti,” jelas Wahyu.

Menurut Wahyu terdapat beberapa alasan kaum milenial harus terdaftar sebagai peserta JKN-KIS di antaranya adalah dapat meringankan beban ketika terdapat pengeluaran biaya besar yang tidak terduga seperti biaya berobat ke rumah sakit. Tabungan yang rencananya digunakan untuk keperluan di masa depan pun tidak perlu jebol ketika terjadi hal-hal bermasalah seperti sakit.

“Walaupun sudah diberi kemudahan dalam mengakses Program JKN-KIS, kita juga harus mengatur pola hidup sehat untuk dilakukan agar diri tetap sehat. Menjaga kebersihan lingkungan, makan makanan yang sehat dan bergizi, rutin berolahraga, istirahat yang cukup dan lakukan hobi yang menyenangkan. Sekarang ini hobi pun bisa bermacam-macam, misalnya bermain musik ataupun melakukan traveling ke tempat-tempat wisata,” kata Wahyu.

Wahyu berpendapat bahwa dengan menjaga diri tetap sehat, bukan berarti rugi karena tidak menggunakan kartu JKN-KIS. Namun nikmat sehat merupakan rejeki terbesar yang terkadang lupa untuk disyukuri.

“Walaupun saya belum menggunakan Program JKN-KIS lagi, saya tidak merasa rugi, karena saya yakin Allah tidak hanya memberikan nikmat berupa materi. Dengan nikmat sehat yang kita dapat, iuran saya digunakan oleh peserta lain yang sedang membutuhkan. Bisa jadi rejeki kesehatan yang saya dapat karena iuran yang saya bayarkan rutin setiap bulan,” tutur Wahyu. (ril)

Komentar

Berita Lainnya