oleh

Sejak Corona UMKM Stagnan

MURATARA – Pelaku Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) di wilayah Kabupaten Muratara, sejak new normal alami stagnan. Pelaku usaha mengaku sulit melakukan persaingan bisnis terlebih lagi usai terimbas dampak Covid-19.

Meri (38) pelaku usaha kuliner di Desa Lawang Agung, Kecamatan Ruput, Kabupaten Muratara, mengaku saat ini mereka masih kesulitan untuk mengembangkan usaha. Terebih lagi setelah terimbas dampak Covid-19, sehingga warung kuliner miliknya harus tutup lantaran kekurangan modal.

“Susah sekarang banyakbwarung warung nasi sepuluh ribu tutup. Padahal sebelum ada isu Covid-19 penghasilan bisa masuk Rp200-300 ribu/hari. Untuk sementara kami tutup dulu,” katanya, Minggu (6/9).

Menurutnya, dampak covid-19, membuat arus pengunjung lebih sepi dari sebelumnya, sehingga aktivitas jual beli sangat terdampak. Berbeda lagi dengan usaha online yang dilakukan Rosita, dia mengaku dampak pengurangan pemsukan hanya terjdi di awal awal 2020 hingga pertengahan Agustus.

Namun setelah pemberlakuan New Normal, bisnis jual beli online yang dilakukanya sedikit alami pertumbuhan. “Kalu awal awal Covid sempat turun. Tapi sejak satu bulan terakhir sempat alami kenaikan,” ucapnya.

Terpisah, kepala Dinas perindustrian perdagangan dan Koperasi (Disperindagsar), Samu anwar menuturkan, saat ini memang tengah terjadi penurunan terhadap perputran ekonomi. Namun saat ini sudah mulai ada pertumbuhan, walau hanya sedikit. “Kita maklum karena saat ini hampir seluruh wilayah alami kondisi yang sama. Karena saat ini tengah musim Covid-19,” ucapnya.

Pihaknya menuturkan, kondisi itu tentunya akan mengalami penguatan. “Tentunya pasti ada pertumbuhan ekonomi walau pelan tapi pasti,” tegasnya.

Sementara itu, kepala Bappeda Muratara, H Erwin Syarif mengungkapkan. Untuk mendobrak pertumbuhan UMKM di Kabupaten Muratara, mereka sudah melakukan kerjasama dengan OK oce besutan Sandiaga Uno.

“Kita sudah melakukan kerjasama dengan OK Oce, jadi kedepan untuk pengembangan dan megelola UMKM kita sudah memiliki sistem yang terstruktur. Dalam waktu dekat kita akan lakukan launching,” tutupnya.

Informasi di himpun, saat ini setidaknya di wilayah Kabupaten Muratara sudah ada sekutr 100 UMKN yang memiliki potensi siap dipasarkan.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya