oleh

Sejumlah Pertanyaan Paska Tertangkapnya Prada DP

-Headline-420 views

Tertangkapnya Prada Deri Pramana (DP) bakal menjawab banyak pertanyaan yang selama ini masih misteri.

Pagi ini, Jumat (14/6), Prada DP tiba di Pomdam II/IV Sriwijaya Jl Merdeka, Palembang,  setelah semalaman dibawa ‘anggota’ yang menangkapnya lewat perjalanan darat dari Serang Banten ke Palembang.

Prada DP diduga kuat pelaku yang membunuh dan memutilasi Vera Oktora (20), kasir Indomaret Jendsu (Jl Jenderal Sudirman) 3, Palembang yang juga kekasihnya pada Jumat, 10 Mei lalu.

Pertanyaan seputar motif apa yang melatari atau alasan mengapa ia tega menghabisi pacar yang sudah dikenalnya sejak SMP itu?

Korban Vera Oktora. Foto: ist.

Bahkan ibu Prada DP, Leny (43) pun sudah sangat mengenal Vera Oktora. Apalagi rumah kedua sejoli ini hanya berselang beberapa lorong saja di Jl KH Azhari, Kelurahan 16 Ulu, Seberang Ulu II.

Korban Vera tinggal di Lorong Indah Karya dan Prada DP di lorong Taman Bacaan

Aksi pembunuhan yang diduga dilakukan Prada DP pun tergolong sadis. Korban dimutilasi dan ada niat akan dibakar.

Terindikasi ada upaya untuk menghilangkan jejak. Terbukti dengan ditemukannya minyak tanah, obat nyamuk dan korek api di TKP.

Juga upaya Prada DP menyewa perahu speed boat yang akhirnya tidak jadi karena ia nilai kemahalan.

Pertanyaan lebih lanjut, bagaimana cara Prada DP membawa korban Vera dari Palembang ke Penginapan Sahabat Mulya, Kecamatan Sungai Lilin, Sumatera Selatan yang jaraknya 132 Km?

Deri Pramana dan Vera Oktora. Foto: ist

Berboncengan menggunakan sepeda motor milik korban, pada Selasa Malam, 7 Mei lalu.

Pada tanggal itu, sore hari,  terakhir korban pamit pada rekan kerjanya, Arina untuk pulang dari tempatnya bekerja di Indomaret Jendsu 3 Palembang.

Selanjutnya, pada Jumat, 10 Mei 2019 korban ditemukan penjaga penginapan sudah menjadi mayat. 

Adakah ada orang lain yang membantu Prada DP? Pertanyaan ini sepertinya akan terjawab hari ini.

Info pagi ini Pendam II/Sriwijaya akan merilis kasusnya di Kodam II, Jl Jenderal Sudirman. 

Begitu juga dengan keberadaan sepeda motor korban jenis Honda Beat (warna merah) yang baru beberapa bulan dibeli korban secara kredit, berikut handphone milik Vera.

Belum jelas. Apakah sepeda motor dan handphone dibawa Prada DP dalam pelariannya? Apakah dijual untuk bekal kabur melarikan diri selama satu bulan ini.

Diketahui, sebanyak enam orang saksi telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Denpom II/IV Sriwijaya dibantu penyidik Polda Sumsel terkait kasus pembunuhan serta mutilasi yang menimpa Vera Oktaria ini.

Petugas sebelumnya menemukan sidik jari di pintu kamar serta botol minum yang ada di lokasi.

Sidik jari tersebut lalu dicocokan dengan data perekaman e-KTP. Dari sana munculah nama Prada DP yang merupakan pemilik sidik jari tersebut.

Sebelumnya, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, pihaknya sempat melakukan konfirmasi dengan pihak keluarga. Dari sana diketahui jika Prada DP dan Fera ternyata menjalin asmara.

Setelah mendapatkan keterangan saksi, penyidik kembali melakukan pemeriksaan saksi di TKP, di sana seluruh saksi membenarkan jika penyewa kamar adalah Prada DP.

“Setidaknya kami konfirmasi dengan 6 saksi, dari foto e-KTP maupun dari Facebooknya, kami konfirmasi pada saksi, membenarkan jika melihat Prada DP,” kata Zulkarnain, Selasa (14/5/2019).

Zulkarnain melanjutkan, motor korban jenis Honda Beat saat ini masih dibawa oleh Prada DP. Motor tersebut, bahkan digunakan tersangka ke suatu tempat untuk membeli tas.

“Dia sempat membeli tas ransel, dan penjual tasnya juga memastikan bahwa betul itulah orangnya,” ujar Kapolda.

Setelah memastikan jika pelaku adalah Prada DP, seluruh berkas perkara dari hasil visum hingga saksi telah diserahkan ke Denpom II Sriwijaya.

“Berkasnya sudah saya perintahkan (untuk diserahkan). Baik itu BAP saksi apakah hasil inafis bahkan autopsi dan lain-lain, tentu kewajiban kami mensupport maksimal,” ujar dia. (jul)

Komentar

Berita Lainnya