oleh

Sekolah Berasrama Boleh Buka, Tapi Secara Bertahap

SUMEKS.CO- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim telah memperbolehkan satuan pendidikan untuk melaksanakan pembepajaran tatap muka di zona hijau dan kuning. Akan tetapi, untuk satuan pendidikan seperti madrasah atau pondok pesantren yang memiliki asrama, diharapkan dapat menampung siswanya secara bertahap.

“Madrasah dan sekolah berasrama di zona hijau dan zona kuning dapat membuka asrama dan melakukan pembelajaran tatap muka secara bertahap sejak masa transisi,” tutur dia dalam telekonferensi pers, Jumat (7/8) kemarin.

Adapun, apabila kapasitas asrama dengan jumlah peserta didik kurang dari atau sama dengan 100 orang, maka lebih dahulu diizinkan untuk menampung peserta didik sebanyak 50 persen. Hal itu dapat dilakukan pada bulan pertama kegiatan belajar tatap muka.

“Pada masa transisi bulan pertama adalah 50 persen. Nanti pada bulan kedua 100 persen, kemudian terus dilanjutkan 100 persen pada masa kebiasaan baru,” jelasnya.

Jika kapasitas asrama melebihi 100 orang, maka diberlakukan peraturan lain. Pada masa transisi bulan pertama, siswa yang ditampung hanya sebanyak 25 persen.

“Baru dilanjutkan pada bulan kedua 50 persen, kemudian memasuki masa kebiasaan baru pada bulan ketiga 75 persen, dan bulan keempat 100 persen,” ungkapnya.

Kata Nadiem, hal ini diperuntukkan agar tidak ada penyebaran yang menjadi kluster baru Covid-19. Jika diketahui, terdapat kasus positif, satuan pendidikan diharapkan dapat menutup kembali pembelajaran tatap muka.

“Apabila terindikasi dalam kondisi tidak aman, terdapat kasus terkonfirmasi positif covid-19, atau tingkat risiko daerah berubah menjadi oranye atau merah, satuan pendidikan wajib ditutup kembali,” tambahnya.

“Evaluasi akan selalu dilakukan untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan. Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan Provinsi atau Kabupaten Kota, bersama Kepala Satuan Pendidikan akan terus berkoordinasi dengan gugus tugas percepatan penanganan covid-19 untuk memantau tingkat risiko covid-19 di daerah,” pungkasnya.(jpg/jawapos)

Komentar

Berita Lainnya