oleh

Sekolah Satu Atap Solusi Pendidikan di Daerah 3T

-Edukasi-110 views

Sumek.co – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengklaim, bahwa sekolah satu atap yang terdiri dari jenjang pendidikan SD dan SMP merupakan solusi pendidikan di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T).

“Sekolah satu atap merupakan solusi pendidikan di daerah 3T. yang  populasi siswanya sebetulnya tidak mencukupi, tapi kalau digabung sekolah induk terlalu jauh,” kata Muhadjir.

Muhadjir memberi contoh seperti di wilayah Papua dan Papua Barat, sekolah satu atap juga menyediakan asrama karena rumah siswanya jauh dari sekolah. Dengan demikian, kondisi geografis juga tidak memungkinkan untuk pulang pergi. “Kondisi geografis juga turut mempengaruhi mengapa diperlukan sekolah satu atap atau satap,” ujarnya.

Namun untuk di Kampung Segeram, tidak ada asrama karena berdekatan dengan rumah warga. Sekolah atap di Segeram itu terdiri dari SD 010 Kampung Segeram dan SMPN 3 Kampung Segeram.

“Kalau siswanya masih banyak yang jauh seperti di Papua dan Papua Barat, kami bikinkan asrama. Akan tetapi tidak seluruh siswa, hanya siswa yg jauh dari sekolah saja,” tuturnya.

Sedangkan untuk melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas (SMA), Muhadjir menyarankan siswa di daerah 3T mengambil pendidikan kesetaraan atau paket C. “Tapi tidak menutup kemungkinan sekolah satu atap hingga ke jenjang SMA,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hamid Muhammad mengatakan, pihaknya terus berupaya memperkuat sekolah satu atap di wilayah perbatasan dan juga di daerah tertinggal, terluar dan terdepan (3T).

“Sekolah ‘satu atap’ tidak hanya di perbatasan. Tetapi juga di daerah tertinggal, terluar dan terdepan atau disebut dengan daerah 3T,” katanya.

Ia menyebutkan, saat ini sudah ada sekitar 5.000 sekolah satu atap. Pihaknya terus berupaya meningkatkan jumlah sekolah tersebut, agar semakin banyak anak-anak yang bisa mengakses layanan pendidikan dasar dan menengah.

Sekolah satu atap merupakan sekolah yang terintegrasi antara SD dan SMP. Sekolah satu atap memudahkan masyarakat untuk mendapatkan layanan pendidikan dasar dan menengah.

“Jika sebelumnya, mereka harus pergi ke kota untuk mendapatkan layanan pendidikan menengah, maka dengan SMP satu atap tidak perlu lagi, karena SD dan SMP satu tempat,” ujarnya.

Hamid menjelaskan, pengembangan sekolah satu atap memanfaatkan sumber daya dan sarana prasarana yang ada pada sekolah tersebut. “Dengan banyaknya sekolah satu atap, kami berharap dapat menjangkau anak di lokasi terpencil sekalipun,” pungkasnya.(der/fin)

Komentar

Berita Lainnya