oleh

Selain Bahan Baku, Pengrajin Body Perahu Tempel Bermesin (Speedboat) Keluhkan Permodalan

SUMEKS.CO, PALEMBANG,- Dahulu sungai musi yang membelah bagian Ulu dan Ilir adalah sarana serta denyut nadi perekonomian masyarakat kota Palembang terbukti disepanjang aliran sungai banyak warga mendirikan rumah rakit selain untuk tempat tinggal juga sekaligus tempat usaha termasuk pembuatan bodi perahu bermesin tempel.

Namun kini seperti tergerus zaman satu persatu usaha pembuatan perahu tempel atau dikenal dengan perahu speedboat ini hanya menyisakan beberapa saja diantaranya usah pembuatan body speeadboat di tepian Sungai Musi Lrg Murni Kelurahan 2 Ulu Kecamatan SU-1 milik almarhum Arfan.

“Ini adalah usaha yang dirintis oleh suami saya sejak tahun 2005, sempat berpindah-pindah beberapa kali namun baru di tahun 2007 menetap di Palembang,” ungkap Hosiah (41) istri Almarhum Arfan dibincangi SUMEKS.CO Sabtu (1/5)

Pada usaha yang diberi nama Anugerah Mandiri (AM) ini Hosiah dengan dibantu tiga orang pengrajin (tukang) mengaku sanggup membuat 4-5 bodi per bulan, dengan harga Rp 8 juta per unitnya tergantung pesanan.

“Paling rendah Rp 8 juta perunitnya, itu cuma bodi saja tapi kalau lengkap dengan bangku dan terpal kurang lebih Rp 10 jutaan, kita tidak menyediakan mesinnya,” kata Hosiah.

Dirinya mengaku saat ini banyak kendala dalam proses pembuatan perahu, yakni saat ini sudah tidak banyak lagi yang memiliki keahlian membuat perahu lalu bahan baku kayu sudah sangat susah didapatkan serta masalah permodalan juga dikeluhkan dalam menjalankannya usaha sepeninggal sang suami yang wafat di bulan Desember 2020 silam ini.

“Selain bahan baku Kayu Meranti susah didapat juga masalah modalnya juga, jika ada yang mau buat kita minta uang muka dulu 30 persen buat beli bahan baku,” keluhnya.

Untuk jenis speedboat yang dibuat disesuaikan dengan besaran kapasitas mesin seperti tipe mesin 40, mesin 200 PK dan 400 PK. Ditanya selama ini belum ada bantuan yang didapatkannya dari pemerintah atau pihak lain, Hosiah mengaku belum ada sama sekali.

“Kalau ada mau juga agar bisa mengembangkan usaha ini lebih besar lagi,” pinta wanita paruh baya dengan empat orang anak ini. Dari usaha pembuatan body speedboat ini, diakui Hosiah mampu menyekolahkan anaknya sampai ke perguruan tinggi. (Fdl)

Komentar

Berita Lainnya