oleh

Selain Makanan, Nora Bawakan Buku untuk JRX di Tahanan

DENPASAR – Nora Alexandra mengunjungi JRX SID di Rutan Mapolda Bali, Kamis (13/8). Dia datang untuk melihat kondisi sang suami. Dan tentu saja, ia membawakan sesuatu untuk penggebuk drum band Superman Is Dead tersebut. Di antaranya adalah makanan, dan sejumlah barang yang dibutuhkan JRX saat berada di dalam tahanan.

“Kami membawakan makanan, ada buku juga dan pakaian yang harus saya bawakan,” ujar Nora saat ditemui sejumlah awak media di Mapolda Bali.

Lanjut dia, bahwa barang-barang yang dibawakan itu, sesuai dengan permintaan sang suami. Termasuk sejumlah buku bacaan.

Untuk urusan jenis makanan yang dia bawakan, Nora membeber bahwa jenis makanan yang dibawakan adalah makanan sehat favorit sang suami. JRX memang suka makanan bervitamin tinggi. Terutama sayuran. Meski bukan vegetarian murni, JRX memang dikenal menerapkan pola makan vegetarian. Ia sering menghindari makanan hewani, walau tak sepenuhnya. Hal ini dilakukan JRX sejak tahun 1997.

“Itu permintaan dia (JRX). Ada makanan sehat. Dia suka makan brokoli dan makan nasi Hainan. Kalau buku, banyak buku koleksinya,” ujarnya.

JRX memang tergolong suka membaca buku. Boleh dibilang kutu buku. Dalam suatu wawancara dengan Warning Magazine, yang kemudian diterbitkan dalam buku Questioning Everything!: Kreativitas di Dunia yang Tak Baik-Baik Saja, Jrx menyebut beberapa buku yang menginspirasinya.

“Beberapa buku Tan Malaka, Widji Thukul dan Pramoedya. Buku tentang konspirasi dunianya Noam Chomsky,” ujar JRX dalam buku itu (2019: 55).

Dalam suatu acara di Taman Baca Kesiman untuk memperingati sastrawan Pramoedya Ananta Toer, ia juga menjadi pembicara dan membedah buku novel 1984 karya sastrawan Goerge Orwell. Buku ini menceritakan visi Orwell mengenai keadaan di dunia pada tahun 1984, dalam masa kekuasaan suatu rezim pemerintahan yang menginteli setiap tingkah laku warganegaranya sampai tidak ada satu tempatpun yang lolos dari pengamatan, termasuk kamar tidur sendiri.

JRX SID dijadikan tersangka dan ditahan karena dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik yang diatur dalam UU ITE. Ia dilaporkan IDI Wilayah Bali karena postingan di Instagram-nya @jrx sid yang menyebut IDI kacung WHO. (rb/mar/yor/mus/JPR)

Komentar

Berita Lainnya