oleh

Seluruh Korban Penumpang Perahu Getek yang Selamat Diperiksa, Bagaimana dengan Status Serang?

SUMEKS.CO – Tim penyidik Satreskrim Polres Ogan Ilir terus melakukan pemeriksaan terhadap korban yang selamat tujuh hari pasca kejadian tenggelamnya perahu getek di Sungai Batang Hari, Kelurahan Tanjung Atap, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, yang menewaskan 4 orang penumpangnya, Selasa (26/5/2020) lalu.

Secara maraton, hingga Selasa (2/6/2020) sore seluruh penumpang yang selamat diperiksa di Mapolsek Tanjung Batu. Termasuk barang bukti perahu getek juga sudah diamankan sehari setelah kejadian.

Foto : Tejo/Sumeks.co

“Kita hanya memback-up dan menyediakan tempat untuk penyidik dari Polres Ogan Ilir melakukan pemeriksaan. Karena mengingat korban yang selamat ini masih trauma dan untuk memudahkan korban datang dekat dengan rumah,” kata Kapolsek Tanjung Batu AKP Mujamik kepada SUMEKS.CO, Selasa (2/6/2020).

Bagaimana dengan Zainal Abidin (68) alias Mang Enal, serang sekaligus pemilik perahu getek yang disewa oleh para korban? Usai kejadian, Mang Enal langsung dimintai keterangan dan diamankan di Mapolres Ogan Ilir. Namun, seluruh korban yang selamat meminta pihak kepolisian untuk tidak melakukan penahanan terhadap Mang Enal.

“Saat ini kita masih mengumpulkan bukti-bukti dan saat ini statusnya (Serang) masih sebagai saksi,” singkat Kapolres Ogan Ilir AKBP Imam Tarmudi SIK melalui Kasat Reskrim AKP Malik Farhin Ibrahim saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Selasa (2/6/2020) malam kepada SUMEKS.CO.

Foto : Tejo/Sumeks.co

Korban selamat yang dimintai keterangan di Mapolsek Tanjung Batu yakni, Erik Resimensyah, Triana, Zuhri, Hermansyah alias Dadang, Sakinah, Sakina, Dwi Kartika, dan Jerintan.

Tim SUMEKS.CO berhasil menemui salah seorang korban yang selamat saat dimintai keterangan penyidik. Erik juga sempat menceritakan detik-detik tenggelamnya perahu getek.

Menurut Erik, posisi perahu sebelum tenggelam memang sudah berat pada bagian depan. “Masuk air dari bagian kepalo (bagian depan), jarak kepalo dengan air deket nian. Memang kami sebenarnya sudah ditegur samo yang punyo getek. Kato Mang Enal buat duo kali angkut. Tapi rombongan kami nih ngotot, ngomong kami nih nak beladas, nak befoto-foto di perahu inilah,” kenang Erik.

Awalnya, sambung Erik, penumpang yang sudah naik ke perahu sebanyak 4 orang karena mesin belum bisa hidup. Dan sebagian lagi sebanyak 8 orang menunggu di pinggir.

“Yang naik lebih dulu orang 4, almarhum Azan, almarhum Wiwin, Dadang dan Zahri. Kami menunggu di tempat yang idak ado rumputnyo, perahu didorong dengan satang dulu, kami jalan dan sekitar 400 meter jalan baru kami naik ke perahu,” katanya.

Sekitar 50 meter jalan dan penumpang semua penumpang naik, secara tiba-tiba perahu langsung tenggelam. Posisi perahu langsung karam (tenggelam), bagian depan tenggelam dan perahu langsung tertelungkup.

Foto : Tejo/Sumeks.co

“Aku sempat menyelamatkan penumpang yang idak biso berenang ke perahu yang sudah terbalik. Almarhum Azan dan almarhumah Dety sudah jauh tenggelam dan termasuk Pak Wiwin dan ibu Fiqo sudah tidak terlihat. Barulah warga dan orang yang mancing idak jauh dari lokasi langsung nyelam bisa menemukan jasadnyo,” beber Erik lagi.

Erik menambahkan, sebelum kejadian sama sekali memang tidak ada pirasat apapun. Hanya saja, malam sebelum berangkat almarhum Wiwin mengingatkan kembali.

“Almarhum Pak Wiwin yang memotivasi untuk berangkat ziarah ke makam dan menghubungi kami juga mengingatkan jangan sampai idak jadi karena perahu sudah disewa tetapi belum tahu perahu siapo yang disewa. Malam itu, perahu Mang Enal yang disewa belum yang pakai mesin. Besoknyo, baru ditambah mesin dan tetap perahu yang samo,” tutup Erik.

Foto : Tejo/Sumeks.co

Sementara itu, 4 korban yang ditemukan tak bernyawa di lokasi kejadian yakni merupakan guru dan staf Tata Usaha (TU) di Yayasan SMA Ponpes Nurul Yaqin Tanjung Batu, Wiwin A Gani (30), Rofikoh (36) M Azan Purba (30), ketiganya warga Desa Tanjung Atap Barat dan Deti Yustiana (26), warga Kelurahan Tanjung Batu.

Almarhum Wiwin dan Azan yang merupakan saudara sepupu dimakamkan berdekatan, sedangkan almarhumah Rofikoh sekitar 50 meter dari makam almarhum Wiwin dan Azan. Sedangkan almarhumah Deti dimakamkan di tempat yang berbeda yakni di TPU Kelurahan Tanjung Batu.

Korban Rofiqoh merupakan anak yatim piatu, anak keenam dari sepuluh bersaudara pasangan Rusli dan Pida. Rofiqoh merupakan tenaga pengajar bidang study PAI di Yayasan SMA Ponpes Nurul Yaqin. Rencananya korban Rofiqoh akan diangkat menjadi kepala sekolah SD Islam Terpadu (IT) Yayasan Nurul Yaqin.

Sedangkan, almarhum dan almarhumah Azan Purba dan Deti Yustiana, pasangan sejoli yang sudah mengikrarkan cinta mereka selama dua tahun terakhir.

Foto : Tejo/Sumeks.co

Aan Zaputra, kakak korban Azan menurutkan sama sekali tidak memiliki pirasat sebelum kepergian Azan. “Cuma ado postingan dan status Azan di media sosial dio kami sudah memahami. Seperti yang melambaikan tangan pada saat akan berangkat,” terang Aan.

Sedangkan almarhum Wiwin A Gani merupakan alumni Universitas PGRI Palembang jurusan Olahraga. Anak semata wayang, dari pasangan Romlan (62) dan Mardiah (60).

“Korban ini juga aktif di Karang Taruna Desa Tanjung Atap Barat. Sifatnya supel, sopan dalam bergaul. Idak punyo pirasat nian aku samo sekali,” ujar Mardiah.

Mardiah sendiri mengetahui kalau putranya wafat setelah diberitahu tetangganya. “Kami langsung menyusul ke sungai untuk mencari tau kebenarannyo setelah dapat kabar dari tetanggo. Pecak mimpi rasanyo, kakiku terasa berat ketika jasad anakku sudah terbujur kaku,” kenangnya lirih.

Kepala Desa (Kades) Tanjung Atap, Firmansyah SSi MM dan Kades Tanjung Atap Barat Imron MD, sebagai keluarga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan memohon doanya terhadap 4 korban ini.

“Saya mengklaim sebagai keluarga, sebagaimana yang menjadi pemahamam dan pengetahuan kami korban ini meninggal karena meninggal tenggelam adalah sahid. Doakan almarhum dan almarhumah ini golongan hamba-hamba Allah yang mati sahid, mereka kembali kepada Allah Swt dengan niat ziarah,” tukas Firmansyah.(dho/tjo)

Komentar

Berita Lainnya