oleh

Semburan Lumpur 25 Meter di Desa Kaliberau 

-Sumsel-69 views

Sekayu – Warga desa Kaliberau, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin dikagetkan dengan adanya semburan lumpur mencapai puluhan meter.

Hingga berita ini ditulis, lumpur tumpahan semburan memenuhi areal yang berupa kebun tersebut, bahkan semburan masih terjadi meski frekuensi ketinggiannya semakin turun.

Bagaimana ceritanya?Informasi dihimpun, diduga semburan tersebut terjadi akibat adanya praktik pengeboran tanpa izin. Saat pertama kali terjadi, semburan sempat mencapai ketinggian 25 meter.

“Kami juga kaget tiba-tiba ada bunyi seperti pesawat dan letupan-letupan kecil, mungkin ada batu yang terpelanting. Orang yang melakukan pengeboran kami tidak tahu, tapi pemilik lahannya om Su (diinisialkan.red), kami hanya berharap agar cepat ditanggulangi saja pak” kata pemilik rumah yang berada di sekitar semburan lumpur, Burhan (34) kepada wartawan.

Dugaan praktik pengeboran liar sendiri semakin kuat lantaran di lokasi ditemukan bor sederhana serta menara bor di lokasi tersebut. Sumur sendiri berkedalaman sekitar 150 meter, jarak dengan rumah terdekat sekitar 70 meter, saat ini lumpur sudah mencemari sekitar lokasi.

Dikonfirmasi terkait kasus semburan ini, Kasat Reskrim Polres Muba AKP Deli Haris membenarkan kejadian tersebut. Deli membenarkan bahwa semburan tersebut diduga akibat praktik illegal drilling. 

Akibat semburan itu kata dia akan mencemari anak-anak sungai di sekitar lokasi. Dalam laporannya Deli menjelaskan bahwa orang mengebor berinisial Su dan juga pemilik lahan.

“Lokasi sudah kita police line, kita sudah olah tkp dan minta keterangan warga sekitar. Untuk selanjutnya kita akan melakukan penyelidikan terkait illegal drilling tersebut, kalau ada indikasi tindak pidana akan kita buatkan laporan dan tingkatkan ke tahap penyidikan,” tandasnya.

Sementara Humas SKK Migas Perwakilan Sumbagsel, Andi Arie membenarkan bahwa SKK Migas telah menerima laporan dari Kontraktor Kontrak Kerjasama Migas yang terdekat dari lokasi semburan, yaitu Pertamina Hulu Energi Jambi Merang dan Pertamina EP Aset 1 Jambi mengenai adanya semburan lumpur yang mengandung gas dan minyak bumi, beruntung semburan setinggi 20-30m tersebut tidak teridentifikasi gas H2S yang berbahaya, yang teridentifikasi hanya lumpur dan batuan.

“Masing-masing General Manager KKKS PHE Jambi Merang dan Pertamina Aset 1 Jambi telah memberikan masukan-masukan kepada Aparat TNI/Polri dan koordinasi pun telah dilakukan, SKK Migas menekankan bahwa keselamatan harus diutamakan, semua pihak agar memastikan hazard / bahaya tidak meluas, menghindari bahaya percikan api, memastikan warga untuk menjauhi daerah semburan, demi keamanan lingkungan dan masyarakat” ungkapnya.

Lanjut Andi, Kegiatan pemboran liar ini bisa membuka mata semua pihak bahwa Kegiatan hulu migas merupakan rangkaian aktivitas yang memiliki resiko tinggi, sehingga perlu mengikuti kerangka peraturan perundangan yang berlaku dan comply ke standard operating procedure (SOP) yang ketat, dan dilaksanakan oleh organisasi dengan personel yang kompeten dan bersertifikasi, demi keamanan bersama, dengan hasil yang maksimal.

Sehingga tidak bisa dilaksanakan dengan sederhana. Pentingnya untuk menjaga kesinambungan hayati di sekitar wilayah kerja juga menjadi hal utama bagi pelaku usaha hulu migas di bawah naungan SKK Migas.

“Dengan kejadian yang telah berulang seperti ini semoga juga membuka mata semua pihak bahwa Kegiatan pemboran liar adalah bentuk tindakan yang tidak sejalan dengan kerangka peraturan yang ada yang nyatanya sangat membahayakan keselamatan masyarakat sekitar dan lingkungan” ujarnya.

Masih kata Andi bahwa perlu adanya ketegasan dalam penindakan/penegakan hukum, sehingga terjadi efek jera bagi pelaku. Kerap kami temui dibeberapa tempat yang SKK Migas – KKKS bantu penutupan sumur liarnya namun diarea lain yang tidak berjauhan masih berlangsung kegiatan pengeboran sumur liar lainnya. 

“Kalau dari sisi SKK Migas – KKKS akan mendukung secara teknis untuk penutupan sumur dari kegiatan pengeboran liar karena kemampuan teknisnya, dengan dukungan good governance dari Pemerintah Daerah dan arahan dari Ditjen Migas – KESDM, maka KKKS siap membantu. Mengingat biaya yang dikeluarkan untuk menutup kegiatan illegal drilling itu menjadi beban negara (cost recovery) yang dalam jumlah signifikan dapat memberatkan SKK Migas dan KKKS untuk mencapai efisiensi sektor hulu migas” katanya. (kur)

Surati SKK Migas

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Musi Banyuasin langsung merespon adanya semburan lumpur yang mengandung gas dan minyak di Desa Kaliberau Kecamatan Bayung Lencir. 

Tidak ingin kondisi tersebut tersebut mengular dan merugikan masyarakat, Bupati Muba Dodi Reza langsung berkoordinasi dan menyurati pihak SKK Migas untuk segera melakukan upaya tanggap darurat. 

“Saya sudah minta pihak SKK Migas supaya menutup sumber semburan lumpur tersebut dan melakukan penanggulangan di area setempat,” tegas Dodi. 

Dikatakan, upaya tersebut untuk dilakukan segera dan pihak Pemkab Muba melalui pihak Kecamatan serta perangkat desa setempat untuk turut turun tangan gotong-royong mengatasi semburan lumpur tersebut.

“Pihak Kecamatan juga sudah diminta turun langsung ke lapangan bekerjasama dengan pihak SKK Migas untuk menutup semburan lumpur tersebut,” bebernya. 

Sementara itu, Kepala DLH Muba, Andi Wijaya Busro menuturkan berdasarkan hasil pantauan pihaknya semburan lumpur tersebut tidak berbahaya, namun pihaknya juga berkoordinasi dengan SKK Migas untuk segera melakukan upaya penutupan sumber dari semburan lumpur tersebut. 

“Ini juga berdasarkan arahan pak Bupati untuk segera ditindaklanjuti agar jangan sampai mengganggu aktivitas warga setempat,” ungkapnya. 

Andi menambahkan, saat ini pihak DLH Muba bersama perangkat Desa dan Kecamatan sudah ke lokasi semburan dan berkoordinasi dengan pihak SKK Migas. “Akan secepat mungkin diatasi,” pungkasnya. 

Terpisah, Camat Bayung Lencir Akhmad Toyibir mengungkapkan saat ini pihak Pertamina Jambi sedang melakukan pengukuran tekanan semburan untuk melakukan penutupan. 

“Saat ini tim sudah bekerja melakukan penutupan semburan dan pengamanan di lokasi sudan dilakukan oleh pihak Polsek, Koramil dan Pol PP Kecamatan Bayung Lencir,” singkatnya. (ril)

 

Komentar

Berita Lainnya