oleh

Sempat Buron, Terpidana Money Politik Ditangkap

LAHAT – Kejaksaan Negeri Lahat berhasil meringkus terpidana kasus money politik (politik uang, red). Yang sebelumnya sempat buron. Terpidana diamankan di kediamannya di Desa Sukajadi Kecamatan Pseksu, Kabupaten Lahat, sekitar pukul 16.00 WIB, Rabu (6/2).

“Saat kita datangi terpidana sedang makan. Tidak ada perlawanan saat kita amankan. Semua berjalan dengan lancar. Sekitar jam 4 sore tadi, kita berhasil mengesekusinya,” ujar Kejari Lahat Jaka Suparna SH MH. Melalui Kasi Intel Bani Ginting SH didampingi Kasi Pidum Variska AK, Rabu (6/2).

Pihaknya juga mengucapkan terimakasih pada semua pihak yang sudah bekerjasama. Terutama pada masyarakat yang telah memberikan infomasi tentang keberadaan terdakwa selama ini.

Sebelum diserahkan ke Lapas Klas IIA Lahat, Syahril Efendi dibawa RS DKT Lahat. Untuk dilakukan pemeriksaan kesehatannya. Setelah dinyatakan sehat, terdakwa diserahkan ke Lapas Klas IIA untuk menjalani hukumannya.
Sebelummya Syahril Efendi terjerat kasus monney politic pada Pilkada Lahat yang digelar 27 Juni 2018 silam.
Syahril dinyatakan terbukti dan bersalah secara meyakinkan majelis sidang di PN Lahat. Karena telah membagikan sejumlah uang kepada warga. Dan meminta agar warga memilih salah satu Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Lahat 2018-2023.

Setelah menjalani sidang tersebut, Syahril dijatuhi hukuman oleh PN Lahat. Dengan pidana kurungan 36 Bulan. Pascaputusan PN Lahat, Syahril melalui kuasa hukumnya mengajukan banding ke tingkat Pengadilan Tinggi Palembang. Pengadilan Tinggu Palembang pun tidak mengubah hasil putusan sidang di PN Lahat. Yakni hukuman 3 tahun kurungan.

Setelah menerima salinan incracht (vonis sidang) dari Pengadilan Tinggi Palembang. Seksi Pidana Umum bersama pihak Intelegen Kejari Lahat serta pihak terkait lainnnya. Langsung melakukan pemanggilan terhadap terdakwa Syahril. Sayangnya, setelah dilakukan beberapa kali pemanggilan terdakwa tidak memenuhi panggilan tersebut.

“Kita sudah lakukan 3 kali panggilan. Tapi terdakwa tidak mau memenuhi panggilan. Rencana akan lakukan pemanggilan lagi sekaligus mengeksekusinya. Tapi yang bersangkutan kabur”, tambahnya. (gti)

 

Komentar

Berita Lainnya