oleh

Sempat Dituntut Mati, Pembunuh Calon Pendeta Hanya Divonis Penjara Seumur Hidup

-Hukum-97 views
SUMEKS.CO – Dua terdakwa kasus pembunuhan dan pencabulan Nang dan Hendri untuk sementara lolos dari hukuman mati. Pembunuh pendeta cantik Melindawati Zidomi (24) ini akhirnya hanya divonis hukuman penjara seumur hidup. Padahal sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum menuntut agar keduanya dijatuhi hukuman mati.

 

Sidang hari ini, Selasa (12/11/2019) di Pengadilan Negeri  Kayuagung, Sumatera Selatan itu berlangsung sekitar 40 menit. Agendanya tunggal, yaitu pembacaan putusan majelis hakim.

Saat dibincangi wartawan usai sidang kedua terdakwa mengaku sudah pasrah. “Kami sangat menyesal dan ingin meminta maaf kepada keluarga korban,” cetus terdakwa Nang sambil terus menundukkan kepala. Begitu juga dengan Hendri.

Apakah akan menerima putusan yang lebih ringan dari hukuman mati itu? Nang dan Hendri menyerahkan pada kuasa hukumnya.

Sementara majelis hakim diketuai Eddy Daulata Sembiring SH dalam putusannya tetap menyatakan kedua terdakwa Nang dan Hendri terbukti  melakukan pembunuh berencana, sesuai tuntutan jaksa, pasal 340 KUHP.

Keduanya terbukti memenuhi semua unsur pasal 340 KUHP juncto  pasal 55 KUHP, yaitu secara bersama-sama melakukan pembunuhan berencana. Juga pasal 289 ayat 7 KUHP juncto 55 KUHP. “Yang meringankan kedua terdakwa selama sidang mengaku menyesali semua perbuatannya, ” cetus hakim dimuka sidang.

Sementara Jaksa Penuntut Umum Imran SH saat dikonfirmasi mengaku akan menggunakan waktu satu minggu, apakah akan menerima atau mengajukan banding atas putusan tersebut. Saat ditanya soal putusan yang lebih ringan dari hukuman mati?

“Ya, itu ‘kan hak prerogatif majelis hakim untuk menetapkan putusan, jadi kita akan gunakan waktu satu minggu ini untuk pikir-pikir, ” kilahnya.

Terpisah, kuasa hukum terdakwa, Candra EkaSeptiawan SH mengaku juga masih pikir-pikir atas putusan majelis hakim.

‘Kita tetap pada pembelaan kita bahwa klien kita tidak melakukan pembunuhan berencana. Dan kita masih berharap kedua terdakwa bisa mendapatkan hukuman yang lebih ringan lagi,” tegasnya.

Terungkap di persidangan, korban Melindawati saat itu bersama saksi Nita Pernawan berangkat dari divisi 4 dengan menggunakan sepeda motor Honda Revo menuju ke Pasar Jeti sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat akan kembali pulang ke Camp divisi 4, korban dan saksi dihadang kedua terdakwa. Jalan perlintasan dihadang dengan balok kayu dan saat itulah terjadi pembunuhan dan pencabulan terhadap korban. (uni)

Komentar

Berita Lainnya