oleh

Sempat Mati Suri, PWI Muratara Bangkit Lagi ‎

-Sumsel-154 views
MURATARA – Sempat vakum selama satu tahun, organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Muratara, kembali di hidupkan. Jumat (11/10) sekitar pukul 15.22 WIB, setelah menyampaikan mandat dari ketua PWI Sumsel Firdaus Komang, untuk penetapan petugas pelaksana (PLT) ketua PWI Muratara.
Pelaksanaan rapat mediasi PWI Muratara dilaksanakan di ruang Bina Praja Kabupaten Muratara, berlangsung cukup alot. Pasalnya, sejumlah anggota PWI Muratara, mengaku sempat beradu argumen dan kecewa dengan kinerja PLT Ketua PWI sebelumnya. Karena sejumlah agenda PWI Muratara seperti orientasi wartawan dan Ujian Kompetensi Wartawan (UKW), yang sudah dirancang sejak lama  gagal dilaksanakan.
Kondisi itu sempat mendapat aksi protes dari sejumlah anggota PWI Muratara. Karena mereka tidak selama ini seperti kehilangan rumah karena PWI Muratara sempat vakum cukup lama. Sunardi dari media Sinar Nusantara mengungkapkan, selama ini sudah dua kali PWI di Muratara di pimpin oleh PLT.
Namun agenda orientasi wartawan dan UKW selalu gagal dilakukan. “Kita sangat ingin organisasi ini maju, karena persyaratan UKW terlalu bertele-tele sehingga selalu gagal kita laksanakan. Kita ingin kepengurusan baru, harus bisa melaksanakan dua agenda itu sehingga arah PWI Muratara ke depan lebih terarah,” bebernya.
Dia juga meminta, penegasan dari PLT Ketua PWI yang baru, untuk memiliki target untuk menuntaskan masalah yang lama. “Harus ada target waktu, kapan kita bisa melaksanakan orientasi wartawan dan UKW. Kalau tidak ada kejelasan sebaiknya kita bubar,” tegasnya.
Sementara itu, H marwan Chandra yang disetujui anggota dan direkomendasikan secara lisan PWI Sumsel untuk melaksanakan tugas menjadi PLT Ketua PwI Muratara mengungkapkan. Dia siap melaksanakan amanat dari anggota untuk melaksanakan secepatnya dua agenda tersebut.
Namun untuk saat ini rekan rekan harus kompak, karena untuk memajukan organisasi diperlukan kerja sama yang solid. “Terima kasih kepada rekan-rekan yang mempercayakan saya untuk memimpin roda organisasi. Langka pertama semua anggota yang ada harus dirangkul tanpa diskriminasi, baik media cetak, online maupun elektronik,” bebernya.
Dia menegaskan, organisasi PWI merupakan wadah bagi jurnalis untuk meningkatkan kualitas dan mutu dalam setiap melaksanakan tugas Pewarta. “Selanjutnya kita akan menyusun strategi untuk pelaksanaan orientasi dan UKW. Tapi yang perlu di ingat PWI mengurus masalah wartawan, dan produk jurnalistik bukan mengurus masalah lainnya,” bebernya.
Pihaknya berharap, kesepakatan yang sudah dibuat anggota PWI Muratara, bisa  berjalan lancar. Dan sejumlah keinginan anggota bisa terlaksana.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya