oleh

Semua Pemain Tim Nasional Bulu Tangkis Indonesia Dinyatakan Sehat

SUMEKS.CO – Pelatnas bulu tangkis di Cipayung, Jakarta Timur, diliburkan hingga 12 April. Para pemain diberi pilihan untuk pulang ke rumah masing-masing atau menetap di asrama. Sebagian memilih menetap di asrama karena merasa lebih aman. Apalagi, akses keluar masuk kompleks pelatnas dibatasi.

Fajar Alfian merupakan salah seorang pemain yang memilih menetap di asrama. Kemarin pemain ganda putra tersebut selesai menjalani masa isolasi mandiri selama 14 hari. Hal itu juga berlaku bagi seluruh pemain dan ofisial tim yang berangkat ke Birmingham untuk mengikuti All England.

Fajar mengungkapkan, tidak banyak hal yang dia lakukan selama menjalani isolasi. Tidak bisa dimungkiri kadang dia juga merasa bosan karena ruang gerak terbatas. Namun, Fajar paham hal itu untuk kebaikan semua pihak. ’’Selama isolasi ini ya tetap latihan sendiri. Selain itu tidur, makan, nonton YouTube, dan video call sama keluarga. Cuma gitu-gitu aja sih,’’ katanya.

Setelah masa isolasi mandiri berakhir, Fajar memang memiliki pilihan untuk pulang ke rumah. Namun, dia mempertimbangkan beberapa hal. Akhirnya, dia memutuskan untuk tetap berada di asrama.

’’Kalau kangen keluarga pasti. Tapi mau gimana lagi. Banyak faktor untuk nggak pulang. Justru kalau pulang malah rawan. Takut tidak terkontrol,’’ papar Fajar. ’’Ini pilihan yang berat kalau menurut saya,’’ lanjut pasangan M. Rian Ardianto tersebut.

Menurut Fajar, justru di pelatnas dirinya lebih bisa menjaga diri. ’’Meski kegiatan ya itu-itu saja. Di rumah dari segi lingkungan juga nggak tahu seperti apa. Selain itu, tidak ada fasilitas latihan selengkap di sini,’’ tambah pemain 24 tahun tersebut.

Hal senada diungkapkan Gloria Emanuelle Widjaja. Dia memilih tetap berada di pelatnas. Dia mempertimbangkan kondisi dirinya dan keluarganya. ’’Memang sebelumnya ada rencana untuk pulang ke rumah. Cuma, kondisinya kan nggak tau di sana seperti apa. Sementara di pelatnas ya latihan ringan biar ada kegiatan,’’ papar pemain ganda campuran itu.

Kabidbinpres PP PBSI Susy Susanti menegaskan, hingga akhir isolasi mandiri, semua pemain dinyatakan sehat. PBSI memberikan arahan kepada para pemain untuk latihan bebas aktif hingga 12 April. Sayang, kondisi pelatih tunggal Hendri Saputra belum bisa diketahui. Berstatus PDP (pasien dalam pengawasan) Covid-19, dia sudah menjalani tes swab. PBSI belum bersedia mengungkap kondisinya.

’’Kalau soal pemantauan latihan atlet, mereka langsung koordinasi dengan pelatih masing-masing. Mereka (pelatih) memberikan program latihan ringan untuk menjaga kondisi,’’ lanjutnya.

Ranking Dibekukan

Sementara itu, BWF mencari solusi terkait kualifikasi Olimpiade 2020 di tengah pandemi global Covid-19. Salah satu opsinya adalah membekukan peringkat dunia sampai mereka bisa kembali menggelar turnamen BWF Tour.

’’Kami masih menyusun teknis membekukan dan nantinya mencairkan kembali sistem peringkat dunia agar adil buat seluruh pemain.’’ Begitu bunyi pernyataan BWF Kamis lalu (26/3).

Susy menyambut baik rencana BWF tersebut. Hingga saat ini, yang dihitung adalah hasil setelah All England 2020. Setelah kondisi normal, pihaknya akan melakukan penyesuaian program.

’’Dengan kondisi turnamen yang masih lama, bisa disiasati dengan membuat latihan dengan sistem seperti pertandingan. Ada ranking. Ini untuk tetap membiasakan mereka dalam aura kompetisi,’’ papar Susy. (JawaPos.com )

Komentar

Berita Lainnya