oleh

Senator Amaliah Sobli Nahkodai Senam Tera Indonesia Sumsel

PALEMBANG – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Selatan (Sumsel) Amaliah Sobli S.Kg, M.B.A diberi amanah menahkodai Senam Tera Indonesia (STI) Provinsi Sumsel 2021-2026.

Lia, sapaan akrab Amaliah Sobli S.Kg, M.B.A, dipercaya menjadi Ketua STI Provinsi Sumsel berdasarkan Surat Keputusan (SK) dari STI Pengurus Nasional yang ditanda tangani Ketua Umum Lenjen TNI Marinir (Pur) Dr H Nono Sampono , Msi.

Senator –sebutan Anggota DPD RI- berhijab ini bertekad menjadikan Senam Tera sebagai bagian dan gaya hidup warga Sumsel. Ini karena sangat banyak manfaat kesehatan yang akan diperoleh warga jika rutin mempraktikkan atau latihan Senam Tera.

“Senam tera adalah senam yang sangat lengkap karena bukan hanya berupa latihan fisik tetapi juga mental yang memadukan gerak anggota badan dengan teknik serta irama pernapasan yang disertai pemusatan pikiran secara teratur, benar, berkesinambungan, berkelanjutan, dan serasi,” kata putri H Sobli mantan Sekda Kabupaten Ogan Ilir ini.

Untuk memasyarakatkan Senam Tera di Sumsel, Amaliah akan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, pengusaha, akademisi (dunia pendidikan), komunitas, dan media.

“Karena salah satu tujuan utama kita adalah mengenalkan Senam Tera ke semua lapisan masyarakat sehingga semakin banyak orang atau keluarga di Sumsel mempraktikkan Senam Tera, maka kolaborasi menjadi kuncinya. Oleh karena itu, ke depan berbagai relasi dengan berbagai pemangku kepentingan akan kami intensifkan. Dari berbagai relasi ini akan tercipta kerja sama untuk memasyarakatkan Senam Tera terutama di Provinsi Sumsel demi meningkatkan derajat kesehatan warga Jakarta,” sambung Sarjana Dokter Gigi ini.

Masih kata Amaliah terdapat kesamaan visi antara STI dengan Pemprov Sumsel yaitu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mewujudkan masyarakat yang tenteram, damai, dan bahagia. Pengusaha atau dunia usaha juga menjadi elemen penting bagi STI untuk mewujudkan visi dan misinya. Dunia usaha terutama yang bidang usahanya terkait dengan kesehatan dan olahraga juga mempunyai visi yang sama dengan STI yaitu mempromosikan gaya hidup sehat.

Akademisi atau dunia pendidikan, lanjut Fahira, juga menjadi pihak yang sangat penting bagi STI. Sangat banyak manfaat kesehatan yang bisa masyarakat raih jika rutin mempraktikkan Senam Tera. Bahkan berbagai manfaat ini sudah teruji secara akademis dalam berbagai penelitian. Tentunya, hasil-hasil penelitian ilmiah tentang manfaat Senam Tera harus disosialisasikan ke masyarakat dengan menggandeng para akademisi. Selain itu, kolaborasi juga dapat dijalin dengan berbagai institusi pendidikan terutama sekolah-sekolah di Jakarta untuk mengenalkan Senam Tera sejak dini.

Stakeholder selanjutnya yaitu komunitas juga tidak kalah penting dalam upaya memasyarakatkan Senam Tera. Sangat banyak organisasi kemasyarakatan (ormas) dan komunitas di Sumsel yang jaringannya.
“Menjadikan senam tera sebagai bagian dari gaya hidup akan berdampak besar bagi peningkatan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat Jakarta karena Senam Tera sangat bermanfaat, bukan hanya untuk pemeliharaan kesehatan (preventif), tetapi juga promotif (meningkatkan kebugaran), dan kuratif (penyembuhan). Dalam konteks meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di manapun di dunia, upaya preventif, promotif dan kuratif adalah esensi utama pembangunan kesehatan sebuah negara dan inilah yang juga menjadi esensi, visi, dan tujuan utama dari Senam Tera,” ungkap dia. (*)

Komentar

Berita Lainnya