oleh

Sengketa Berlanjut, Lima Warga Diamankan

-Hukum-233 views

LAHAT – Sengketa lahan antara warga Desa Padang Baru, Kecamatan Merapi Selatan dengan pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) kembali berlanjut. Kamis (23/5) pagi, beberapa warga diduga melakukan perambahan di kawasan Pusat Pelatihan Gajah milik BKSDA tersebut, sehingga diamankan aparat.

Sedangkan menurut warga lain, rekan mereka melakukan penebasan untuk berkebun di lahan milik mereka sendiri. Mendapatkan laporan tersebut, ratusan personil Polres Lahat diterjunkan ke lokasi pusat Pelatihan Gajah Merapi Selatan Lahat, menghindari hal tak diinginkan.

Termasuk Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap SIK didampingi Waka Polres Lahat Kompol Budi Santoso S.sos, Kabag Ops Polres Lahat Kompol Jossy Andrianto serta beberapa Kasat ikut mendatangi langsung lokasi sengketa dan menghentikan kegiatan warga.

“Ada lima warga yang kita amankan. Kita lakukan untuk memberikan efek jera agar warga tidak melanggar hukum,” ungkap Kapolres.

Warga beralasan, di lokasi penebangan merupakan tanah milik desa setempat dan belum diberikan ganti rugi, baik dalam proses jual beli maupun hibah. Hingga Kamis siang, suasana panas belum juga reda akibat warga yang enggan melepas parang (senjata tajam) yang mereka bawa, meski telah berhadapan dengan ratusan aparat.

Itu memang tanah kami,” jerit salah satu warga. Tak lama setelah bersitegang di Pusat Latihan Gajah, warga beramai-ramai menggeruduk Mapolres Lahat, meminta lima rekan mereka dibebaskan. Hanya saja, setelah melewati proses negosiasi yang alot, warga yang diberi pengertian akhirnya membubarkan diri. (gti)

Komentar

Berita Lainnya