oleh

Sengketa Kepemilikan Kapal, Pengacara WN Libanon Protes ke Bareskrim

-Dunia-92 views

JAKARTA-Kuasa Hukum Raef Sharaf El Din, Niko Nixon Situmorang merasa keberatan dengan keputusan penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dit Tipidter) Bareskrim Polri yang menaikkan status kasus dugaan pemberian keterangan palsu pada akta otentik kapal MV Neha dari penyelidikan ke penyidikan.

Raef sendiri dilaporkan Ronald Umbas karena diduga membuat keterangan palsu, dalam kaitan sengketa kepemilikan kapal MV Neha.

“Langsung dinaikkan statusnya (kasus dugaan keterangan palsu) ke sidik padahal sebelumnya tidak pernah diberitahukan atau dimintai keterangan lebih dulu,” ujar Niko Nixon Situmorang, di kantor Bareskrim Polri, Senin (10/5)

Menurut Niko, kliennya yang merupakan warga negara Libanon itu sempat mengkonfirmasi kehadiran Raef dalam pemanggilan melalui dirinya, pada 23 Mei 2019 lalu, namun kliennya tak datang.

Niko sendiri kala itu mengaku tak mengetahui keberadaan Direktur Operasi Bulk Black sea Inc, atau pemilik kapal MV Neha tersebut, sehingga tak bisa memastikan kehadiran Raef.

“Lagipula pemanggilan baru satu kali, lalu tiba-tiba kasus ditingkatkan dari lidik ke sidik. Kan sesuai KUHAP pemanggilan bisa dilakukan tiga kali. Kita pun tak pernah terima SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan),” tuturnya.

Pemanggilan kliennya secara langsung juga dinilai tak sesuai. Harusnya, lanjut Niko, pemanggilan dilakukan melalui Kedutaan Besar Libanon di Jakarta, mengingat status Raef yang WN Libanon.

“Pemanggilan itu harusnya ditujukan untuk negara yang bersangkutan,” ucap Niko.

Karena itu, Niko berharap kepada penyidik untuk menunggu putusan hasil sengketa perdata di Mahkamah Agung (MA) tentang kepemilikan kapal tersebut.

“Kami berharap agar Tipidter menunggu sampai keputusan Mahkamah Agung, tentang perkara ini supaya apakah mereka berhak melaporkan. Karena ini berkaitan dengan legal standing daripada pelapor,” ungkapnya.

“Kalau misalnya MA membenarkan kita, urusan apa dengan mereka? Karena apa yang mereka laporkan dokumen aslinya ada sama kita semua,” tandasnya.(fir/pojoksatu)

 

Komentar

Berita Lainnya