oleh

Sepakat Tidak Money Politic dan Cost Campaign Sesuai Kebutuhan

Tiga calon legislatif (caleg) DPR RI, Dr Samuel MP Hutabarat, DPRD Sumsel, H Mgs Ahmad Fauzan Yayan dan DPRD Kota Palembang Yustin Kurniawan sepakat untuk tidak money politic.

Saat kampanye, ketiganya mengaku tidak ada niatan untuk politik uang. Soal biaya kampanye menurut ketiganya memang wajib ada. Namun hanya untuk kebutuhan kampanye dan operasional di lapangan saja.

“Biaya operasional kampanye memang tidak sedikit,” cetus Samuel MP Hutabarat, Caleg Partai Perindo saat ‘Ngobrol Politik’ yang digelar RMOLSumsel di Meet Up Cafe, Minggu (10/2).

“Biaya itu untuk pengadaan alat peraga kampanye (APK) ataupun akomodasi kampanye,” ungkapnya.

Menurut pria yang berprofesi pengacara ini, APK ataupun biaya saksi sepenuhnya sudah ditanggung partai. Jadi biaya yang dikeluarkan pribadi hanya untuk operasional saja. Misalnya transport.

“Saya tinggal di Jakarta, sedangkan saya maju dari Sumsel. Jadi harus keluarkan biaya untuk transport Jakarta-Palembang,” ungkapnya.

Sementara itu, Caleg DPRD Sumsel dari PKS, H Mgs Fauzan Yayan mengaku tak pernah memikirkan untuk membayar konstituen. “Kita harus menjadi contoh untuk tidak korupsi, “ tegasnya.

Lewat program sehat rohani, Fauzan berharap bisa menjadi contoh bagi masyarakat untuk tidak korupsi. “Salah satunya tidak melakukan money politic saat kampanye, “ janjinya. .

Sebagai sarana lebih dekat dengan masyarakat, Fauzan  lebih fokus pada kegiatan ceramah. “Alhamdulillah tidak sedikit yang dukung pencalonan ini,” ungkapnya.

Hal senada diungkap Caleg DPRD Kota Palembang dari Partai Golkar, Yustin Kurniawan.

Sejak awal dirinya sudah punya komitmen untuk tidak money politic. Dan kesadaran anti money politic dan anti korupsi pada anak-anak harus ditanamkan sejak dini.

“Perlu pendidikan moral yang dimulai sejak usia dini yang dititikberatkan pada pendidikan di TK/TPA dan pondok pesantren,” urainya.

Menurutnya, harus ada komitmen yang sama untuk tidak money politic. Dengan begitu akan lahir pemimpin yang terbaik.

“Jadi semua harus melakukan kampanye yang baik, elegan dan tidak money politic,” imbaunya.

Menurut pengamat politik, Joko Siswanto. Caleg yang baru terjun ke dunia politik memiliki rintangan yang cukup berat, dibanding Caleg petahana. “Mereka harus berjuang keras merebut simpati calon pemilih,” ujarnya.

Rektor Universitas Taman Siswa ini berharap Caleg muda jika terpilih jangan coba-coba menghianati janjinya. “Mereka harus benar-benar menjalankan visi dan misi sesuai janjinya,” imbaunya.

Hal senada diungkapkan Caleg petahana, RA Anita Noeringhati. Menurutnya, Caleg muda jangan show of force. “Jangan karena banyak uang lalu show of force, karena bisa berdampak pada laporan keuangan,” cetusnya.

Menurut Caleg Golkar ini, masyarakat lebih senang melihat kita apa adanya. “Tidak semua harus pake duit. Yang penting itu touch kita kepada masyarakat, “ ungkapnya.

Anggota DPRD Sumsel dari Fraksi Partai Gerindra Sujarwoto lebih menekankan pada upaya Caleg menangkap aspirasi masyarakat.

“Jangan cekoki masyarakat dengan uang dan uang,  tapi perlu masyarakat, disalurkan aspirasinya tampung proposal dan program-program yang mereka buat,” ujarnya.

“ Misalnya masyarakat kekurangan lampu jalan , nah ini kita mintakan kepada pemerintah daerah dari aspirasi kita,” tukasnya.

Panitia Ngompol RMOL Sumsel, Erik Okta Subadra mengakui, pihaknya konsen terhadap situasi dan juga perkembangan politik di Sumsel. Diskusi politik dengan menghadirkan narasumber dan pengamat politik dinilai menjadi sarana penyampaian informasi agar masyarakat tahu bahwa sosok-sosok yang ditampilkan ini adalah calon wakil mereka.

“Gelaran diskusi ini akan terus dilakukan, dan rencana nanti akan digelar kembali,” pungkasnya. (afi)

Komentar

Berita Lainnya