oleh

Sepanjang 2019, 64 Karhutla Terjadi di Lahat

LAHAT – Pusat ibu kota Kabupaten Lahat, yakni Kecamatan Kota Lahat dan Lahat Selatan menjadi daerah rawan kebakaran dan hutan dan lahan (Karhutla) pada 2019 lalu.

Tercatat ada 21 titik kebakaran lahan dan satu kebakaran hutan di Kecamatan kota Lahat. Lalu untuk di Lahat Selatan ada lima titik kebakaran Lahan.

Kepala Pelaksana BPBD Lahat, H Ali Afandi melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lahat, Sir John Tomy SE S.IP MM mengungkapkan. Bahwa selama tahun 2019 tercatat ada 64 kejadian Karhutla. 62 kebakaran lahan dan dua kebakaran hutan.

Untuk tiga besar di Kecamatan Kota Lahat 22 kasus, Pulau Pinang 16 kebakaran lahan dan satu kebakaran hutan. Kemudian sembilan kebakaran lahan di Kecamatam Pulau Pinang.

Dijelaskannya bahwa dari prediksi BMKG bahwa musim kemarau di mulai pada awal Juni hingga Juli. Lalu puncaknya pada Agustus hingga September. Selanjutnya

Untuk Kabupaten Lahat memang bukan 10 daerah rawan Karhutla di Sumsel sesuai SK gubernur. Namun memang tetapnada kejadian Karhutla di Lahat. “Selain itu memang dampak Karhutla ialah vanjir dan longsor karena lahan dan hutan menjadi gundul,” ungkap Sir John Tomy S3 S.IP MM, Selasa (30/6).

Ditambahkan Kapolres Lahat AKBP Irwansyah S.IK MH CLA melalui Kapolsek Lahat Iptu Irsam Rumsi mengungkapkan bahwa pihaknya telah berupaya guna mencegah dan meminimalisir Karhutla di wilayah hukum Polsek Kota Lahat.

Diantaranya melakukan sosialisasi dan himbauan ke masyarakat untuk tidak membakar lahan dan hutan. Lalu berkoordinasi dengan perusahaan membentuk sukarelawan untuk Karhutla.  Lalu koordinasi dengan manggala agni. Serta melakukan seluruh persiapan antisipasi karhutla. “Selain itu kita akan memindak tegas pelaku pembakar hutan dan lahan,” tegasnya.(gti)

Komentar

Berita Lainnya