oleh

Sepatu Anti Kecelakaan Unsri Tembus Kejurnas

PALEMBANG – Memanfaatkan dana program Kreatifitas Mahasiswa tahun 2020 dari Dir Belmawa Dikti Kemendikbud-RI. Tujuh mahasiswa tembus lomba inovasi se-Indonesia.

Tergabung dalam tim PKM Universitas Sriwijaya. Para mahasiswa itu berhasil membuat inovasi berupa Plant Care dan Sepatunanetra.

Ide berlian yang datang dari dua mahasiswa Yaitu, Darma Sandi sebagai pencetus ide Plant Care itu. Serta Muhammad Yusup yang juga salah satu pencetus ide pembuatan sepatunanetra.

Dari dua inovasi anak negri itu, lulus dalam seleksi lomba PKM tingkat Nasional. Dua tim diterjunkan Unsri

Tim Inovasi Plant Care beranggotakan empat mahasiswa handal, yaitu Darma Sandi, Muhammad Yusup, Diah Rahma Dini dan Eca Destriana Zahwa.

Sedangkan, tim Sepatunanetra beranggotakan, Rosidi, Muhammad Yusup dan Darma Sandi.

“Saya Sendiri,”
“Dari Fakultas MIPA,”
“Jurusan Biologi,”
“Yang lain Fakultas Teknik semua,” Kata Eca Destriana Zahwa, Salah satu anggota tim, ketika di bincangi, Rabu (30/9).

Ketika ditanyakan, apa itu Plant Care?

Eca menjelaskan bahwa Plant Care merupakan suatu inovasi kreatif yang berpotensi besar.

Menjawab tantangan permasalahan mitra dimusim kemarau dan pandemi..

Inovasi kreatif ini dibangun dengan basis IoT, yang akan mendeteksi kadar kelembaban tanah, suhu dan cuaca.

Keunggulannya, dilengkapi dengan sensor suhu, kelembapan tanah dan cuaca.

Mode otomatis dalam melakukan penyiraman, dapat dimodifikasi untuk proses pemupukan.

Berbasis IoT, monitoring perkebunan dapat dilakukan jarak jauh. Melalui website dan aplikasi yang telah dibuat.

Dan juga ramah lingkungan, hemat biaya listrik komersil.

Selain itu, dapat diterapkan dalam skala besar, handal dalam cuaca ekstrem.

“Itu inovasi pertama,”
“Yang akan di lombakan,” Ucap Eca

Kemudian, Sepatunanetra merupakan inovasi kreatif ditujukan untuk membantu penyandang tunanetra. Agar terhindar dari kecelakaan yang memiliki berbagai sensor.

Untuk memberikan kemudahan penyandang tunanetra, menentukan lokasi pergi dan terhindar dari resiko kecelakaan

Keunggulannya,berbasis Iot dan dapat memberitahukan jika ada objek yang menghalangi. Atau lubang di depan penyandang tunanetra, melalui sensor Infra Red (IR) Sharp.

Lalu, memiliki juga modul GPS untuk deteksi keberadaan pengguna. Serta, dilengkapi dengan sensor kompas untuk deteksi arah.

Memiliki, deteksi kemiringan melalui sensor gyroscope dan handal dalam berbagai kondisi.

” Jadi dua inovasi itu,”
“Yang akan kita turunkan lomba nanti,”
“Pembuatannya juga,”
“Kami lakukan bersama secara dering,”
“Karna kondisi saat ini Pandemi Covid 19,”ungkap Eca

Eca juga mengungkapkan yang melatar belakangi munculnya pembuatan dua inovasi itu, yang pertama Plant Care yang melatar belakanginya adalah
– Sering terjadinya kekeringan di Indonesia
– Menurunnya hasil produksi petani
Pada saat masa kemarau
– Sulitnya melakukan monitoring berkala dengan kendala waktu dan tenaga.
– Tingginya biaya pemakaian listrik untuk melakukan penyiraman dengan intensitas berkala, pada musim kemarau.

Sedangkan, untuk inovasi Sepatunanetra yang melatar belakanginya itu adalah

-Tingginya tingkat estimasi disabilitas penyandang tunanetra di indonesia

-Sering terjadi kecelakaan pada penyandang tunanetra

-Keterbatasan gerak pada penyandang tunanetra untuk melakukan aktivitas.

” Kalau pengerjaannya 1 bulan,”

” Kendalanya itu ada,”

” karna bukan hanya fokus ke pengerjaan sistem,”
” Jadi ada hal yang lain yang harus diselesaikan tepat waktu,”

“Semoga di lombanya nanti kami bisa menang,” tutupnya. (ktr1)

Komentar

Berita Lainnya