oleh

Sepekan Divaksin, Bupati ini Terpapar COVID-19

SUMEKS.CO, SLEMAN – Sempat disuntik vaksin Sinovac tidak menjamin seseorang aman dari virus corona. Buktinya, Bupati Sleman Sri Purnomo positif tertulari COVID-19.

Pria berusia 59 tahun itu menyatakan terjangkiti COVID-19 pada Kamis (21/1). Pernyataan itu dikuatkan dengan hasil positif rapid antigen dan swab PCR. Kedua alat uji medis tersebut menyatakan positif atas COVID-19.

Sri Purnomo sendiri sepekan sebelumnya, Kamis 14 Januari 2021, menjadi orang pertama di Kabupaten Sleman yang mendapat vaksin COVID-19 tahap pertama bersama sejumlah pejabat.

SP, sapaannya, menuturkan dirinya menjalani rapid antigen pada Rabu (20/1). Setelah hasil positif, dia langsung melanjutkan dengan swab PCR. Hasil uji medis kedua ini juga keluar dengan hasil yang sama.

“Sebelumnya, Rabu 20 Januari 2021 saya menjalani tes swab antigen yang mana hasilnya dinyatakan positif. Kemudian dilanjutkan dengan tes swab PCR, hasil yang saya terima (pada Kamis 21/1) dinyatakan positif,” kata SP, seperti dilansir dari Radar Jogja.

Untuk meyakinkan kondisi kesehatan, SP langsung menjalani pemeriksaan rontgen di rumah sakit. Pemeriksaan tontgen thorax dan CT scan thorax. Hasilnya tidak ditemukan flek atau cairan yang menumpuk.

SP memastikan kondisi kesehatannya tetap fit. Tubuhnya tak merasakan gejala apa pun. Namun dia mengakui sempat mengalami batuk dan suhu badan tinggi, Selasa (19/1) malam. Saat itu suhu badan tercatat mencapai 37,6 derajat Celcius. SP lalu meminta masyarakat tak berspekulasi atas vaksinasi COVID-19.

Dia menuturkan bahwa vaksinasi bukanlah obat bagi COVID-19. Dia menjelaskan vaksinasi bertujuan membentuk kekebalan tubuh. Terutama terhadap paparan COVID-19.

“Saya ingatkan vaksin bukanlah sebuah obat. Vaksin hanya mendorong pembentukan kekebalan spesifik pada penyakit COVID-19 agar terhindar dari tertulari maupun kemungkinan sakit berat. Setelah vaksinasi tetap perlu patuh menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin,” katanya.

Setelah dinyatakan positif COVID-19, SP langsung menjalani isolasi mandiri di rumah dinas. Langkah ini ditempuh setelah dipastikan tak ada gejala COVID-19 pada tubuhnya. Upaya tracing kontak erat langsung dilakukan oleh Dinas Kesehatan Sleman.

“Seluruh keluarga saya dan staf di lingkungan rumah dinas yang sering berinteraksi dengan saya, alhamdulilah kemarin sudah dilakukan swab antigen dan hasilnya negatif semua,” ujarnya.

Terkait jalannya roda pemerintahan, SP menjamin tetap normal. Seluruh aktivitas tetap dilakukan meski terbatas. SP juga tetap bertugas sebagai kepala daerah walau dengan sistem daring. “Pemerintahan tetap berjalan seperti biasanya,” kata Sri Purnomo. (dwi/sky/dom)

Komentar

Berita Lainnya