oleh

Serang Diamankan, Perahu Getek Dijadikan Barang Bukti, Begini Kronologis Tenggelamnya 13 Penumpang

SUMEKS.CO – Hingga saat ini tim penyidik Polsek Tanjung Batu dan Satreskrim Polres Ogan Ilir masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi Zainal Abidin, yang merupakan pemilik sekaligus serang (pengemudi) perahu getek yang tengelam, Selasa (26/5/2020) siang lalu.

Rabu (26/7/2020) sore, tim penyidik dari Polsek Tanjung Batu dan Satreskrim Polres Ogan Ilir juga mengamankan barang bukti perahu getek.

Polsek Tanjung Batu dibantu warga menaikan perahu getek keatas truk. Foto : Edho/Sumeks.co

“Untuk saat ini, kasus tenggelamnya perahu getek yang menewaskan 4 orang penumpang masih dalam penyelidikan. Kita masih memintai keterangan Serang perahu getek,” kata Kapolsek Tanjung Batu, AKP Mujamik, kepada tim SUMEKS.CO dan SUMEKSCO TV.

Namun, dia berjanji dalam waktu dekat juga akan memintai keterangan seluruh penumpang yang selamat. “Jika sudah sehat dan sudah tidak trauma lagi, korban yang selamat akan kami mintai keterangan secepatnya,” tegas Mujamik.

Untuk barang bukti sendiri, Mujamik menegaskan sementara diamankan di Polsek Tanjung Batu. “Kita amankan sebagai barang bukti yang kita ambil dari rumah Zainal. Pihak kita hanya memback-up Polres saja,” cetusnya.

Kapolsek juga mengungkapkan, sehari sebelum tenggelamnya perahu getek nahas di sungai Batang Hari, Kelurahan Tanjung Atap, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, pada Selasa (26/5/2020) lalu, penumpang mendatangi Zainal untuk menyewa perahu.

“Beliau (Zainal) tidak keberatan perahunya disewa, namun diminta untuk membawanya sendiri dengan alasan tidak sanggup karena usia yang sudah tua,” katanya.

Namun, calon penumpang ini meminta Zainal yang langsung mengemudikan perahu nahas tersebut. “Akhirnya disepakati dan bapak Zainal ikut dan sepakat dibayar Rp50 ribu oleh penumpang,” ujar Mujamik.

Pada saat akan berangkat, sambung Kapolsek, Zainal sudah menyarankan, penumpang 12 orang diangkut dua kali karena melihat kapasitas perahu yang kecil.
“Tetapi penumpang tidak mau, dengan alasan tidak senang atau bahasa di sini tidak ladas atau tidak happy. Dan disepakatilah 12 orang tersebut pergi bareng menuju ke makam,” katanya.

Di pertengahan jalan, saat mesin dihidupkan, para penumpang panik. “Mungkin karena panik dan membuat perahu oleng, karena tidak biasa dengan perahu yang bermesin. Dan penumpang ini juga tidak ada yang menggunakan rompi pelampung,” beber Kapolsek.

Mujamik menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir dan Kapolres Ogan Ilir, untuk melakukan olah TKP.

“Mulai dari rumah pemilik perahu ketek, tempat awal berangkat di Tanjung Atap dan di lokasi kejadian tenggelam,” tutupnya.
Sementara itu, Kades Tanjung Atap Firmansyah SSi MM juga mengapresiasi tindakan kepolisian dari Polsek Tanjung Batu dan Polres Ogan Ilir.

“Kejadian ini sebagai pelajaran kita bersama khususnya warga Tanjung Atap dan sekitarnya. Ke depan, jika ada yang ingin melakukan ziarah atau yang akan ke laut atau yang akan pergi ke seberang harus ada izin ke Kades, Kadus dan minimal RT setempat, agar bisa kami koordinasikan kepada pihak kepolisian,” terangnya.(dho/tjo)

Komentar

Berita Lainnya