oleh

Serobot Lahan, Warga Hadang Petugas dengan Bambu Runcing

SUMEKS.CO – Sekitar 400 Kepala Keluarga (KK) mendatangi lahan perusahaan milik PT Timur Jaya Group yang berada di Jl Maju Bersama lll, Kelurahan Alang Alang Lebar (AAL), Kecamatan AAL Palembang, Selasa (28/1/2020) siang.

Pantauan SUMEKS.CO, warga yang didominasi oleh ibu-ibu ini membawa poster kertas dan potongan bambu runcing untuk menghalau petugas dari BPN Kota Palembang dan Unit Harda Polresta serta Polda Sumsel yang akan mengukur ulang lahan seluas 30 hektar tersebut.

Warga juga mengklaim memiliki bukti kepemilikan surat pengakuan lahan (SPH) ini juga mendirikan pondok dan membuat pagar dari bambu.  Dan setelah dilakukan mediasi, warga hanya mengizinkan lahan yang diukur dan dipatok ulang hanya yang ada di dalam pagar tembok.

“Berdasarkan permintaan penyidik kepolisian dan pemilik tanah dalam rangka penyelidikan. Menurut pemilik tanah mereka memiliki sertifikat. Setelah mediasi, warga hanya memberikan kesempatan untuk lahan yang terbuka dan belum secara keseluruhan,” terang Afriansyah, petugas kantor BPN Kota Palembang.

Untuk menghindari bentrokan, petugas BPN Kota Palembang langsung melakukan pengukuran ulang. “Kita mengambil data yang diizinkan dulu, nanti kita akan lakukan prosedur pendekatan data di kantor,” ungkap Afriansyah.

Sampai saat ini, pihak BPN Kota Palembang sudah melakukan pendekatan sebanyak tiga kali. Pemilik tanah memiliki sertifikat namun dari warga diminta untuk menunjukkan surat SPH hingga saat ini belum ada.

“Warga yang mengklaim dan menyerobot lahan tersebut sudah 3 bulan mereka mulai kegiatan aktifitas berkebun. Walapun tanaman perkebunan apa kita belum tahu. Tanaman yang kita lihat ini mungkin sudah 20 tahun yang lalu. Ada pohon cempedak, rambutan dan pohon bambu,” terang Camat AAL, Sariyansah Ismail yang juga ikut mediasi di lahan, Selasa (28/1/2020).Menurut Sariyansah, yang merasa memiliki lahan merasa lahannya dicaplok, makanya ada pengaduan ke Polrestabes Palembang.

“Kita mendampingi untuk memastikan kegiatan pengukuran ulang dari petugas BPN Kota Palembang, Polsek Sukarami dan Koramil. Dan tidak ada musyawarah dan tidak ada pemberitahuan saat mereka membuat pondok ataupun rumah tinggal di lahan ini,” bebernya.

Obyek Tanah tersebut memiliki sertifikat SHM dengan Luas Tanah Total Kurang Lebih 30 Ha. Pemilik Lahan Tanah yang tergabung dalam kepemilikan lahan keluarga Timur Jaya Group, memiliki 20 SHM yang telah terdaftar di BPN Kota Palembang, dan telah memiliki NIB (Nomor Identifikasi Bidang) dan sudah diplotting Tanah oleh BPN Kota Palembang.(dho)

Batang Kayu Dicuri, Pimpinan Proyek Diserang dan Akan Dibunuh

Warga juga sudah dilaporkan perusahaan telah melakukan penjarahan yang masuk tanpa izin ke dalam Lahan Tanah tersebut. Melakukan perusakan pagar beton, patok batu, membakar dan menebang pohon, dan memasang pagar perkapling menggunakan bambu yang ada didalam lahan tanah tersebut.

“Sudah melakukan pendekatan persuasif dan edukasi hukum melalui salah satu perwakilan dari warga tersebut, akan tetapi tidak ada penerapan sehingga dengan arogansi mereka malah bertambah banyak yang menjarah dan seakan-akan mereka kebal hukum. Sehingga Timur Jaya Group sangat dibuat tidak berdaya,” ujar Kuasa Hukum Timur Jaya Group Muhammad Reza Ersyad, SH, Selasa (28/1/2020).

Hingga saat ini melalui kuasa hukum sudah membuat laporan polisi adanya peristiwa Tindak Pidana Penyerobotan Tanah (Pasal 385 KUHPidana) dan Tindak Pidana Penggunaaan Kekerasan secara bersama-sama Terhadap Barang (Pasal 170 KUHPidana) di Polrestabes Palembang, dengan LP Nomor: LPB/2776/XII/2019/Sumsel/Restabes/SPKT, tanggal 11 Desember 2019.

Pemilik lahan menduga ada aktor intelektual lain dari mafia tanah, sehingga obyek lahan tanah Timur Jaya Group menjadi sasarannya, dengan melibatkan warga, terutama warga-warga yang terkenal sering menjadi pelaku dalam kasus sengketa tanah.

Lalu, dalam perjalanan perkara ini juga telah terjadi Tindak Pidana Pencurian pada Jumat, (3/1/2020). Batang kayu yang ditebang untuk pembuatan basecamp permanen di dalam lahan tanah, lalu diproses menjadi papan kayu sebanyak 122 batang atau 5 kubik, hilang dicuri oleh warga.

“Kayu tersebut diambil oleh warga bernama Supratman Suryadi alias Rahman alias Parman,” ungkap Reza. Kejadian Pencurian ini kami Laporkan ke Polrestabes Palembang dengan Nomor LP : LPB/50/I/2020/Restabes/SPKT tanggal 08 Januari 2020, perkara dilimpahkan ke Polsek Sukarami.

Tidak hanya itu, batang Kayu yang ditebang oleh warga diangkut menggunakan truk Jumat (17/1/2020), dilaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sukarami dengan Nomor LP : LP/B-27/OI/2020/Sumsel/Resta Plg/Sek.Skrm. Dan pada hari itu berhasil diamankan dan disita 1 unit truk dan 15 batang kayu jenis campuran.

“Dan di lapangan ada yang sudah diserang dan akan dibunuh. Korban adalah selaku pimpinan proyek atau kontraktor di Lahan,” tegas Reza. Kejadiannya Minggu (19/1/2020), sekitar pukul 17:40, di Jl Perumahan Sembaja Indah.

Korban dipepet oleh dua motor dengan empat orang, memepet motor korban lalu menendang dan mencoba untuk membacok korban tetapi melenceng dan mengenai jok dan besi belakang motor korban. Korban tampak mengenal salah satu pelaku. Lalu korban melapor ke Polda Sumsel, dengan Nomor LP : LPB/51/I/2020/SPKT, tanggal 22 Januari 2020.(dho)

Komentar

Berita Lainnya