oleh

Sertifikasi Sumsel Capai 91 Persen

PALEMBANG – Sebagai daerah lumbung energi Sumatera Selatan (Sumsel) memang menghasilkan energi listrik berlimpah. Bahkan surplus energi ini dijual sampai ke luar daerah. Secara angka eletrifikasi di Sumsel sudah mencapai 91 persen. Karena masih ada kendala distribusi listrik PLN ke daerah yang jangkauannya sulit sehingga belum 100 persen.

Bahkan, masalah distribusi menurut Mentri Energy dan Mineral (ESDM), Ignasius Jonan. Dalam sambutan dan tanggapannya soal keluhan Wakil Gubernur juga meruapakan masalah yang terjadi dalam hal stabilitas.

“Gangguan bukan masalah pembangkit, tapi masalah distribusi,” ungkapnya. Saat sambutan di Peresmian 5 Proyek Kelistrikan Sumsel di Kantor PLN Call Center 1234 Jl. Demang Lebar Daun, kemarin (31/3).

Berseloroh soal kestabilan distribusi ini, Jonan bahkan secara blak – blakan mengungkapkan. Bahwa ketika terjadi pemadaman listrik atau lampu mati, ketika di tanya ke PLN, maka alasanya ada gangguan. “Ditanya pertama ada ranting pohon yang menyebabkan Trouble. Kedua mati lagi dahan yang roboh, ketiga pohon – pohonya yang roboh,” kritiknya sambil berseloroh.

Terlepas dari masalah distribusi yang masih sering terjadi. Soal Program kelistrikan di Sumsel, Jonan mengakui bahwa daerah ini penghasil energi yang kaya. “Sumsel ini lumbung energi, pembangunan kelistrikan juga akan terus kita lanjutkan. Setelah 5 proyek kelistrikan ini selesai kita resmikan, maka akan lanjut ke pembangunan lainnya baik itu gardu induk dengan energi 270 kv, 500 kv. Hingga penyambungan infrastruktur bawah laut untuk menghubungkan Sumatera dan Jawa,” paparnya.

Ditjen Kelistrikan, Rida Mulyana menjelaskan, adapun 5 proyek kelistrikan yang diresmikan ini merupakan Gardu Induk Gas Insulated Switchgaes (GIS).  “Lokasi GI ada yang di Talang Keramat, Banyuasin, GI Kayu Agung OKI, GI Gandus, GI Kota Barat, dan GI Kenten,” jelasnya.

Adanya pembangunan 5 proyek kelistrikan ini, lanjutnya juga mendorong untuk energi murah. “Kita bangun terus, agar bisa menghasilkan energi murah yang dapat dinikmati semua masyarakat,” katanya.

Direktur kelistrikan PLN Wialyah Sumsel, Waluyo menambahkan. Peningkatan ratio elektrifikasi di OKI dan Sumsel luasnya bahkan untuk di Palembang sudah 99 persen.

“Ini karena daerah perkotaan dan untuk Sumsel sudah bagus. Karena hampir semuanya sudah terdistribusi meskipun masih ada yang belum tapi akan di usahakan. Kalaupun memang tak memungkinkan infrastrukturnya, maka kita solusi dengan panel tenaga Surya,” ujarnya.

Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya didampingi Walikota Palembang, Harnojoyo menyatakan, 5 proyek kelistrikan ini meruapakn komitmen pemerintah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Gardu induk, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan listrik di Sumsel, dan juga stabil. Banyak keluhan masyrakat, seperti tulung selapan, dan daerah transmigrasi tidak stabil. Dan ini tidak lepas dari jarak yang jauh,” pungkasnya. (cj10)

Komentar

Berita Lainnya