oleh

Seruan Wako, DMI, MUI; Untuk Tidak Gelar Sholat Jumat

SUMEKS.CO-Palembang-Ini seruan bersama untuk warga kota Palembang yang ditandatangani oleh Wako Palembang, H Harnojoyo, Ketua DMI Palembang H Deni Priansyah, dan Ketua MUI Palembang dan H Saim Marhadan. Intinya, untuk tidak menggelar Sholat Jumat, dan mengimbau agar sholat Jumat diganti Sholat Dhuhur di rumah masing masing.

Selain itu,  Adzan tetap diumandangkan sebagai tanda masuknya waktu sholat. Dan tetap menjaga kebersihan dan sterilisasi masjid dan mushola. Surat tersebut dikelarukan 26 Maret 2020.

Dijelaskan pula dasarnya adalah, arahan Presiden RI. Fatma MUI no 14, 2020, SE Dewan masjid Indonesia, Maklumat Kapolri, Surat Gubernur 23 Meret 2020, dan surat edaran Wako no 11/SE/Dinkes 2020.

Jadi sehubungan dasar tersebut, dan melihat perkembangan Covid 19 semakin hari semakin meningkat, baik dari jumlah pasien dan jumlah yang wafat, dengan ini diserukan kepada seluruh pengurus masjid, ulama, dan kahatib se kota Palembang untuk sementara waktu tidak menyelenggarakn sholat Jumat.(tjo/ckm)

View this post on Instagram

Mengganti Sholat Jumat..Dengan Sholat Dhuhur. (wako, DMI,MUI Kota). Dan Di bawah ini MUI Sumsel. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat No. 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah COVID-19.
2. Hasil Rapat Koordinasi Gubernur Sumsel, Pangdam II Sriwijaya, Kapolda, DPRD dan Tokoh Lintas Agama, Ormas dan Pemuda di Hotel Swarna Dwipa Palembang, pada tanggal 24 Maret 2020.
3. Hasil Musyawarah Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumsel hari Kamis 26 Maret 2020 / 1 Sya’ban.
Maka Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Selatan menyampaikan Fatwa tentang Shalat Jum’at, Shalat berjama’ah Lima Waktu/Rawatib dan Kegiatan-
kegiatan Keagamaan lainnya yang melibatkan orang banyak (berjama’ah), sebagai berikut :
1. Setiap orang wajib melakukan ikhtiar menjaga kesehatan dan menjauhi setiap hal yang dapat menyebabkan terpapar penyakit, karena hal itu merupakan bagian dari menjaga tujuan pokok beragama (al-Dharuriyat al-Khams). 2. Selama diketahui bahwa kondisi penyebaran COVID-19 di Wilayah Sumatera Selatan masih terkendali dan aman, maka umat Islam wajib menyelenggarakan shalat Jumat dan boleh menyelenggarakan aktifitas ibadah yang melibatkan orang banyak, seperti jamaah shalat lima waktu/rawatib di masjid atau tempat umum lainnya, serta menghadiri pengajian umum dan majelis taklim dengan tetap menjaga diri agar tidak terpapar COVID-19.
3. Pengurusan jenazah (tajhiz al-janaiz) yang terpapar COVID-19, terutama dalam memandikan dan mengafani harus dilakukan sesuai protokol medis dan dilakukan oleh pihak yang berwenang, dengan tetap memperhatikan ketentuan syariat. Sedangkan untuk menshalatkan dan menguburkannya dilakukan sebagaimana biasa dengan tetap menjaga agar tidak terpapar
COVID-19.
4. Mengajak semua elemen bangsa, khususnya yang beragama Islam, untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT agar terhindar dari musibah ini, dengan memperbanyak taubat, memohon ampun kepada Allah. 5.Lakukan qunut nazilah. Www.sumeks.co @muipusat51 @mui_id @irmapalembang @uinrafahpalembang @perumsyariahcom @pmiiuinrf.plg @uin.cantik @masjidnusantara @dewan_masjid_indonesia @dmdi.id

A post shared by SUMEKS.CO (@sumeks.co) on

Komentar

Berita Lainnya