oleh

Sesalkan Provokasi Pemain dan Manager Tim Mura

PALI – Kericuhan yang terjadi dipenghujung laga antara tim sepakbola Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) vs Musi Rawas (Mura), disesalkan karena berawal dari provokasi yang dilakukan pemain tim Mura yang memukul pemain Kabupaten PALI.

Manager Tim Sepakbola Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Isanudin mengatakan, bahwa kericuhan tersebut terjadi dibeberapa detik terakhir dibabak tambahan waktu yang dimulai oleh kiper pemain tim Musi Rawas.

“Kericuhan itu dimulai dari majunya kiper tim Mura untuk membantu timnya di tendangan bebas. Namun ketika berada di dalam kotak pinalti kiper Mura justru memukul salah satu pemain tim kita,” ujarnya.

Tak ayal, hal ini memancing emosi para pemain lain. Tak hanya itu, manager tim Mura yakni Panca dan official tim lainya juga ikut memukul pemain tim PALI, sehingga kericuhan langsung terjadi.

“Ketua PSSI PALI justru menyelamatkan sang kiper dari para pemain PALI. Jadi kita tidak ada niat untuk memulai kericuhan. Dan yang kami sayangkan adanya pemukulan yang dilakukan manager tim Mura Panca. Dan kita mempunyai semua bukti berupa video pemukulan itu,” tegasnya.

Jadi kemenangan yang diraih ini semuanya murni berkat kerja keras tim yang memamfaatkan segala peluang yang ada. Namun tercoreng berkat ketidak sportiftas yang dilakukan pemain, pelatih dan official tim sepak bola Mura.

“Kemenangan kami jadi tercoreng akibat kericuhan yang dimulai oleh pemain Mura ini. Sebab, semuanya berjalan dengan sportif hingga sebelum kejadian kericuhan ini terjadi. Kami harap ini menjadi pelajaran untuk kita semua,” pungkasnya. (ebi)

Komentar

Berita Lainnya