oleh

Setelah Lima Tahun, Pemkot Palembang Naikkan PBB Khusus Kawasan Bisnis dan Elit

PALEMBANGPemkot Palembang melalui Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang terpaksa menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) khusus kawasan bisnis dan elit. Hal tersebut dilakukan setelah lima tahun tidak mengalami kenaikan PBB.

“Kita membuka ruangan khusus bagi siapa saja masyarakat yang ingin menanyakan kenapa terjadi lonjakan kenaikan PBB. Kami juga membuka ruang konsultasi khusus di Kantor BPPD Kota Palembang,” ungkap Kepala BPPD Kota Palembang, Shinta Raharja.

Harus dipahami oleh masyarakat, khususnya untuk yang berada di zona bisnis dan kawasan elit, kenaikan yang terjadi saat ini adalah kenaikan pajak bumi. Artinya, kenaikan terjadi terhadap nilai jual objek pajak (NJOP).

“Kenaikan saat ini adalah kenaikan pajak bumi, untuk bangunan tidak. Karena, saat ini yang kita lakukan penyesuaian NJOP terhadap nilai pajak tersebut,” kata dia lagi.

Shinta menambahkan, kenaikan ini juga merupakan tindak lanjut dari kegiatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu dan adanya kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dinsektor pajak. Dimana, target pajak yang dulunya Rp748 miliar menjadi Rp1,3 triliun.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ada dua konsepsi. Pertama yang diterapkan, dari sembilan jenis pajak, itu dilakukan pemasangan tapping box, dan khusus di pajak PBB, dilakukan penyesuaian NJOP.

“Itu untuk menyusul angka Rp552 miliar tadi. Dimana nantinya, ini semua untuk kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Kenaikan ini juga, telah dilakukan kajian-kajian yang cukup lama, termasuk kenaikan ini dilakukan karena sudah lima tahun belakang tidak terjadi di Kota Palembang serta kenaikan hanya dilokasi tertentu.

Sedangkan Pemkot Palembang juga membebaskan pajak dengan nilai dibawah Rp300 ribu. Dimana, dari 263.709 wajib pajak yang dibebaskan atau sekitar Rp31 miliar, sisanya 166.536 wajib pajak kena dengan potensi Rp464 miliar.(ety)

Komentar

Berita Lainnya