oleh

Setelah STQH, Pemprov Sumsel Bidik MTQ dan LPTQ

PALEMBANG – Kafilah Sumsel telah kembali ke Bumi Sriwijaya dengan torehan dua gelar juara di ajang Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) Nasional ke-XXV di Pontianak, Kalimantan Barat. Hasil ini menempatkan Kafilah Sumsel berada di posisi ke-8 dari 34 provinsi yang ikut serta.

Pelaksana Tugas Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Sumsel, M Iqbal Alisyahbana mengungkapkan, setelah ajang STQH ini pihaknya kembali mempersiapkan qori dan qoriah untuk mengikuti MTQ dan LPTQ tingkat nasional di 2020 mendatang. Dimana, Sumsel akan menjadi tuan rumah pada LPTQ tingkat nasional.

“Hasil yang dicapai Kafilah Sumsel di STQH ini menjadi acuan serta motivasi bagi kami untuk lebih baik ke depannya. Apalagi, tahun depan Sumsel menjadi tuan rumah LPTQ RRI tingkat nasional. Mudah-mudahan kita bisa masuk tiga besar nasional nantinya,” kata Iqbal dijumpai usai menjemput Kafilah Sumsel di Bandara Internasional SMB II Palembang, Sabtu (6/7).

Disinggung mengenai potensi yang dimiliki Kafilah Sumsel, Iqbal menyatakan bahwa potensi yang ada saat ini sudah bagus. Apalagi, dengan program yang sudah dicanangkan Gubernur Sumsel yakni Satu Desa Satu Rumah Tahfidz diyakini akan mampu mencetak qori dan qoriah serta hafidz dan hafidzhoh yang handal.

“Dan merekalah yang akan menjadi andalan kita ke depannya,” ujar Iqbal.

Adapun gelar juara yang berhasil diraih Kafilah Sumsel, yakni, Juara 1 cabang Tahfidz 5 juz dan tilawah putra atas nama Abi Quhafah. Serta Juara 1 cabang hafalan Hadist 500 putri atas nama Khofawati Khoiriyyah.

Dalam kesempatan tersebut, Khofawati Khoiriyyah mengungkapkan, keberhasilannya ini tak luput dari dukungan semua pihak tanpa terkecuali Pemprov Sumsel. Dirinya juga mengaku tidak menyangka bisa menjadi Juara 1 pada cabang hafalan hadist 500 tanpa sanad.

“Saya ikut cabang hadist ini dua minggu sebelum pelaksanaan STQH tingkat Kabupaten Banyuasin lalu. Jadi, dalam satu hari saya menyelesaikan 50 hadist,” ungkap Khofawati.

Ditambahkannya, saat menjelang tampil dirinya sempat grogi dan sering bolak balik ke kamar kecil. STQH tingkat Nasional di Pontianak ini merupakan sejarah tersendiri bagi Khofawati, pasalnya ini pengalaman pertamanya mengikuti event nasional dan menjadi Juara I.

“Disini rivalnya sangat ketat sekali, antar peserta selisihnya cuma pada koma saja,” pungkasnya.(ety)

Komentar

Berita Lainnya