oleh

Setengah Jam Mencekam di Lawang Lima

-Sumsel-234 views

PAGARALAM – Di Dusun Kerinjing Kelurahan Agung Lawangan Kecamatan Dempo Utara, seorang petani melihat sekilas hewan  berbadan cukup besar dan bewarna kekuningan. Diduga harimau yang membuat seisi dusun gempar.

Rerumputan liar yang berada di kebun kopi itu mengusik perhatian Ari Sandi (20) dan Rido (25). Rerumputan jenis perdu ini rebah setelah dilintasi sesuatu dan membentuk sebuah jalan.  Bagi Ari ini sesuatu yang aneh.  “Sebabm  paginya rumput itu masih tegak, belum tersibak,”ujar Ari, ketika ditemui wartawan di kediamannya di RT/RW 03/01 Dusun Kerinjing, kemarin.

Siang kemarin sekira pukul 11.00 WIB itu Ari dan Sandi memang berada di kebun. Sedari pagi, dua orang ini tengah membuat pondok baru. Kebun ini berada di sekitar dekat Bukit Lawang Lama. Ini merupakan areal perkebunan yang berjarak sekira 2 Km dari Dusun Kerinjing.

Ari dan Rio lalu memutuskan mengikuti arah rebahan rumput ini. Hingga sampai di tengah kebun, Ari melihat hewan. Jarak antara Ari, Rio dengan hewan ini sekira 200 meteran. “Warnanya kuning, tubuhnya cukup besar,”ujar Ari menggambarkan hewan yang dilihatnya.

Ari lalu teringat dengan cerita di tewasnya petani  di Bukit Tapak Tiga Dusun Tebat Benawa lantaran diserang harimau. Maka, detik itulah Ari dan Rio lari tunggang langgang. Keduanya menuju pondok utama.  Di dalam pondok, Ari berusaha mengontak orangtuanya yang berada di Dusun Kerinjing. “Ade harimau,”Herwansyah (45), ayah Ari menirukan pesan dari anaknya via telepon itu.

Kabar itu cepat menjalar. Di masjid Al-Ikhlas Dusun Kerinjing bahkan diumumkan tentang harimau itu. Dari sini sempat tersiar kabar bahwa Ari dan Rio tewas diterkan harimau. Maka, berbondong-bondonglah warga Kerinjing plus petugas menuju kebun kopi Lawang Lima. “Ada sekitar 20-an orang yang ikut,”ucap Herwan.

Ari mengingat, dirinya dan Rio menunggu hampir selama setengah jam lamanya. Selama menunggu ini, Ari dan Rio tak ke luar-luar dari dalam pondok. “Kami sanga cemas dan panik. Ya mungkin ini karena selama ini sudah ada berita tentang penyerangan harimau,”ucap Ari.

Ketika rombongan penjemput tiba, barulah Ari dan Rio berani ke luar pondok. Keduanya dievakuasi dari pondok menuju Dusun Kerinjing. Di rumah, sudah banyak yang menunggu Ari dan Rio. “Kami sangat cemas,”ucap Herwan.

Tak Menemukan Jejak

Kapolres Pagaralam AKBP DOllY Gumara SIk melalui Kapolsek Dempo Utara Iptu Wempi A Kayadu SH langsung bergegas menuju Dusun Kerinjing. Ini setelah Kapolsek Dempo Utara ini mendengar ada pendudu di dusun itu diterkam harimau. “Rupanya itu hanya hoax, tidak ada penduduk yang meninggal karena diserang harimau,”ucap Wempi, ketika ditemui wartawan di Dusun Gunung Agung Tengah kemarin.

Wempi melanjutkan, pihaknya sudah menerjunkan petugas untuk mengecek lokasi Ari dan Rio melihat hewan diduga harimau. Hasilnya tak ditemukan tanda-tanda seperti jejak.

“Tidak ada jejak sama sekali, kecuali rumput yang rebah,”ucapnya. Wempi menduga, hewan yang dilihat Ari dan Rio itu adalah anjing. “Kalau anjing memang kami lihat ada di sana. Warnanya kuning,”ucapnya. Toh Wempi mengimbau kepada petani setempat untuk tetap waspada.

Ari mengakui bahwa tiada jejak di kebunnya. Hal ini katanya lantaran di kebun tersebut banyak ditumbuhi rumput. Sehingga ketika harimau menjejak tak langsung ke tanah melainkan langsung ke rumput. “Tapi, kalau rumput yang berebah itu memang ada. Dan ini tidak mungkin dilakukan babi hutan maupun anjing,”ucapnya.

Sementara itu Sekretaris Pol PP Kota Pagaralam Mastullah SPd MM meminta masyarakat untuk sementara waktu untuk menunda ke kebun kopi. Ini untuk meminimalisir terjadinya kejadian konflik manusia dengan harimau. “Yang perlu diketahui masyarakat bahwa antara jam 4 pagi sampai 7 itu adalah waktu aktif harimau mencari makan,”ucapnya.

Ketua RW Dusun Kerinjing Polindra mengatakan, kemunculan hewan diduga harimau di Bukit Lawang Lama adalah kali pertama. Sebelumnya petani tak pernah mendengar suara maupun melihat hewan tersebut.

Adapun Camat Dempo Utara Arjanggi Priatna Hutama SSTP MAP mengatakan, terkait kejadian di Dusun Kerinjing, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak BKSDA. “Kepada petani untuk jangan bermalam dulu,”ucapnya.

Sebelumnya Kasie Konservasi BKSDA Wilayah Lahat, Martialis Puspito meminta, petani yang berkebun hutan lindung untuk ke luar. “Itu habitatnya harimau,”ucap Ito-sapaannya ketika dihubungi beberapa waktu lalu. (ald)

Komentar

Berita Lainnya