oleh

Sewa Almamater untuk Ikut Demo, Belasan Pemuda Akhirnya Dites Urine

SUMEKS.CO – Sebanyak 14 pemuda diamankan polisi di sela-sela demo mahasiswa dan buruh yang menolak penetapan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja, di Jl Angkatan 45, depan Hotel Arista Palembang, tidak jauh dari simpang DPRD Sumsel, Kamis (12/10/2020) sore.

Mereka diperiksa tim gabungan dari Subdit Jatanras Polda Sumsel dan Polrestabes Palembang saat akan berjalan menuju lokasi demo. Sebagian yang diamankan adalah pelajar dengan modus yang sama yakni meminjam dan menyewa almamater teman maupun saudaranya agar bisa ikut masuk.

Dari pantuan sumeks.co, polisi juga menggeledah kendaraan yang akan masuk ke lokasi termasuk barang yang dibawa oleh peserta aksi.

Setelah diamankan di Polda Sumsel, 14 pemuda langsung dites urine oleh petugas. Foto : edho/sumeks.co

“Sebagian ini yang kita amanakn ini kita cegat sebelumnya saat akan ikut masuk ke lokasi aksi demo. Ada juga yang diamankan dan dibawa ke Polresatabes Palembang,” kata Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi SIK MH, yang juga ikuti turun langsung ke lokasi.

Saat diamankan, sambung Suryadi mereka mengaku mahasiswa. “Tetapi saat dilakukan penyidikan ternyata almameter disewa dan ada yang dipinjam dari saudaranya. Almameter itu untuk mengelabui petugas yang berjaga saja,” kata Suryadi.

“Selain mendata, kita juga langsung melakukan pemeriksaan urine 14 pemuda yang diamankan ini,” tandasnya.

Dimas, salah satu yang ikut diamankan mengaku, sengaja menyewa almamater untuk ikut demo. “Sengaja sewa untuk ikut demo tolak omnibus law,” katanya.

Bahkan Dimas juga tidak tahu tujuannya ikut dan datang ke lokasi. “Tidak ada tujuan Pak, cuma melok meramaikan bae. Ikut kawan-kawan jugo,” akunya.

Sementara itu, demo berjalan kondusif dan mahasiswa membubarkan diri dengan mengambil sampah yang ada di kawasan simpang 5 DPRD Sumsel.(dho)

Komentar

Berita Lainnya