oleh

Shin Akui Butuh Kompetisi untuk Nilai Pemain

JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia Senior, U-23, dan U-19 Shin Tae Yong sangat berharap PSSI serius memutar kompetisi. Ini karena arsitek asal Korea Selatan itu sangat butuh kompetisi. Kompetisi sangat membantunya dalam membentuk timnas yang kuat.

“Sebagai pelatih timnas Indonesia, saya ingin Liga 1 dan 2 segera bergulir karena melalui kompetisi resmi, pemain akan mendapatkan atmosfer pertandingan. Ini beda dengan kalau hanya training camp dan uji coba dengan timnas negara lain atau klub,” terang Shin sebagaimana dilansir situs resmi federasi.

Shin menjelaskan pentingnya kompetisi di tengah pembentukan timnas. Melalui kompetisi dia bisa memantau perkembangan pemain. Dengan kompetisi juga dia bisa mengevalusi program latihan yang telah diberikan dan siapkan program berikutnya.

“Jika tidak ada kompetisi bagaimana saya bisa memantau pelaksanaan program yang sudah saya siapkan? Kompetisi merupakan jantung pembinaan, saya bisa saja mengambil pemain baru untuk skuat timnas U-19, U-23 maupun senior nantinya,” jelas arsitek berusia 51 tahun tersebut.

Hanya, harapan Shin ini terancam bertepuk sebelah tangan.  Sebab, PSSI sangat kesulitan memutar kompetisi. Dari dalam saja, para anggotanya sudah meminta kompetisi musim 2020 dihentikan. Ini karena mereka gak siap jika kompetisi dilakukan Februari. Mereka sepakat kompetisi ada jika dengan titel kompetisi musim 2021. Keinginan klub ini sudah diutarakan saat rapat dengan PT Liga Indonesia Baru 15 Januari lalu.

PSSI sendiri melalui Ketum Mochamad Iriawan mengaku sudah berusaha keras agar kompetisi bisa dieksekusi sesuai rencana. Namun upaya itu selalu terbentur tembok tebal. Izin keramaian dari Kepolisian tidak kunjung keluar sekalipun PSSI sudah menyiapkan protokol kesehatan untuk sepakbola.

“Terkait kompetisi, PSSI bersama PT LIB terus mengusahakan agar kompetisi bisa berjalan lagi secepatnya,” ujar Iriawan.(kmd)

Komentar

Berita Lainnya