oleh

Shin Tae Yong : Saya Bukan Mau Bertengkar dengan PSSI

Sumeks.co – Hubungan pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong dengan PSSI memanas gara-gara komentar di media Korsel. Bahkan, Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri sampai memberikan klarifikasi melalui media resmi PSSI.

Tidak ingin keributan semakin panjang, Tae-yong memberikan penjelasan melalui media Korsel Yonhap News. Dia menyatakan, tidak ingin bertengkar dengan PSSI, melainkan menginginkan tempat latihan yang kondusif bagi para pemain.

Pelatih yang pada 2018 menangani timnas Korsel pada Piala Dunia di Rusia tersebut saat ini berada di negaranya. Sejak April dia kembali ke Korsel karena pandemi korona yang sedang merajalela.

Dalam perbincangan telepon dengan Yonhap News, Tae-yong berkata,”Apabila mengumpulkan 30 pemain, Anda harus membawa sekitar 55–60 orang mulai dari pelatih hingga staf. Bebannya tidak terlalu besar?”

”Media lokal mengabarkan bahwa saya berkonflik dan berselisih dengan federasi. Bukan itu yang terpenting, tapi tidak banyak orang di Indonesia yang menginginkan tim sepak bolanya memiliki kemampuan untuk mencapai hasil maksimal,” lanjutnya.

Dia mengatakan, ingin membawa timnas U-19 untuk berlatih di Gyeongju, Korsel. ”Tapi, saya ingin melatih di mana saja. Tim Indonesia harus menghadapi tim yang kuat untuk meningkatkan kemampuan,” terang Tae-yong.

Shin Tae-yong meneken kontrak dengan Indonesia pada Desember lalu. Kontrak berdurasi empat tahun. Salah satu target utamanya adalah timnas U-19 yang bermain di Piala Dunia U-20 2021 ketika Indonesia menjadi tuan rumah.

Karena alasan itulah, Tae-yong mengatur agar timnas U-19 berlatih dan beruji tanding dengan tim di Korsel seperti Seongnam FC, Busan I-Park, dan Kyung Hee University ketika menjalani pemusatan latihan di Chiang Mai, Thailand, Januari lalu.

Selain Piala Dunia U-20 2021, timnas U-19 juga akan bertanding dalam Piala Asia U-19 di Uzbekistan pada Oktober setelah menjalani pemusatan latihan di Jerman pada April dan di Korsel sejak Juni hingga Juli.

Meski begitu, Tae-yong dan para staf pelatih tidak bisa berbuat apa-apa selama sebulan terakhir karena pandemi korona. Semua aktivitas sepak bola jeda dan Tae-yong pulang ke negaranya.

”Saya dengan jelas bisa melihat bagaimana cara untuk mencapai level saya. Tapi, federasi mereka tidak mau mendengarkan itu. Sesuai keinginan saya, saya ingin lanjut memberikan pengalaman bermain dengan tim yang tangguh,” kata Tae-yong.

Soal keputusan PSSI untuk memotong gajinya selama dua bulan, dia bisa menerimanya. ”Ini situasi darurat. Jadi, saya mengerti akan pemotongan gaji. Yang saya inginkan adalah meningkatkan level sepak bola dan menaikkan kelas sehingga membuat orang-orang Indonesia menyukainya,” lanjut Tae-yong.(jawapos.com)

Komentar

Berita Lainnya