oleh

Si Buta Dukun Emas Palsu Raup Ratusan Juta Perdaya Anak Gadis Korban

Banyuasin – Adi Norman dukun palsu yang mengaku dapat mengambil emas di bawah rumah H Ending, warga Talang Ilir Kelurahan Sukomoro,Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin. Tidak mengakui adanya mahar lain selain uang senilai Rp 146 juta.

Dalam penelusuran yang di lakukan sumeks.co, ke rumah korban. Tim tidak bertemu dengan korban langsung.

Rumah korban pasangan suami istri H Ending dan Manisem nampak sepi. Serta warung milik korbanpun tutup. Termasuk bangsal pembuatan genteng milik H Ending.

Timpun bertemu salah satu keluarga yang tepat berada di depan rumah korban.

“Saya bibiknya, belakangan ini memang sangat tertutup keluarga keponakan saya itu,” Ucap Mariyati saat di temui yang rumahnya beraebrangan dengan rumah korban

“Kamipun tidak mengetahui secara jelas atas penipuan yang terjadi,” katanya.

Informasipun hanya, di dapat bahwa korban memang di kabarkan menjadi korban penipuan emas.

Kamu pun kembali menggali informasi dengan mendatangi ketua RT dan RW di lingkungan Desa Talang Ilir, Kecamatan Talang Kelapa itu.

Ketua RT,  Junianto memang membenarkan adanya hal itu. Namun, sampai penangkapan tersangkapun tidak ada laporan dari keluarga korban.

“Korban tidak melapor ke kami,”

“Setelah kejadian kami baru tau,”

Pernahkah melihat tersangka Adi Norman saat berada di rumah pelaku?

Pak RT mengatakan saat dirinya sedang berada di kolam ikan miliknya yang bersebelahan dengan rumah korban.

Ia sempat satu kali melihat wajah pelaku yang tuna netra itu.

“Saya lihat satu kali,”

“Rumah kami bersebelahan,” ucapnya, Juananto Ketua RT 03, Talang Ilir.

Sementara itu, ketua RW 01, Katiwan yang juga sedang berada di rumah RT, saat di bincangi. Mengungkapkan bahwa pelaku itu.

Berdasarkan informasi yang di terimanya dari masyarakat, sang dukun buta itu di bawa oleh mertua korban ke rumah itu.

Dan ada pendampingnya seorang laki-laki yang selalu menemani Sang Dukun palsu.

Selain itu, dukun itu di ketahui warga telah memiliki istri lima orang.

“Pelaku itu memperdaya korban,”

“Dengan iming-iming dapat mengambil emas dari bawah rumah itu,”ucap pak RW.

Bukan hanya itu saja, anak korban wanita yang baru dua tahun tamat sekolah. Sempat tiba-tiba di kabarkan kabur dari rumah pada malam hari.

Saat keluarganya mencari ternyata gadis cantik anak korban itu. Telah berada di propinsi Jambi.

“Anak korban itu sempat mengabarkan, bersama pelaku,”

“Lalu kakak tiri gadis itupun menjemputnya,”

“Pelaku sempat bilang kalau anak gadis korban,”

“Telah di nikahi siri oleh pelaku,”

“Itu informasi yang saya dapat,” ungkapnya

Adanya hal itu, warga juga merasa resah atas hal yang di lakukan pelaku.

Setelah anak korban berada di rumah kembali, merasa tertipu keluarga korbanpun memancing pelaku untuk datang kerumah korban kembali.

“Pelaku di hubungi korban,”

“Agar segera kerumah untuk mengambil kembali anak korban, yang katanya telah di nikahi sirih olehnya,”ungkap pak RW.

Setelah itu, pelaku ke rumah korban dan pihak keluarga korban telah menghubungi pihak kepolisian. Akhirnya pelaku di tangkap dan pihak kepolisian.

Sedangkan sang pendamping pelaku, yang biasa menemani pelaku saat beraksi belum tertangkap.

Tim sumeks.co menelusuri kembali dengan menanyakan secara langsung kepada pelaku yang tertangkap dan meminta keterangan pihak kepolisian di Polsek Talang Kelapa.

Saat di tanyakan, pelaku Adi Norman yang buta itu, menagaku memang bisa melakukan tipu daya itu.

Dirinya yang buta sejak kelas tiga SD, beraksi melakukan penipuan, karna awalnya di ajak oleh mertua korban ke rumah itu.

“Mertua korban yang bawa saya,”

“Dan yang mendampingi saya itu mantan istri saya,”

“Mantan istri saya itu yang mengenalkan dengan mertua korban,” kata Adi

Adi mengaku jika emas yang bergambarkan presiden pertama RI, Ir Soekarno itu. Berasal dari pemberian guru spritualnya.

“Dan memang emas itu palsu,”

“Guru saya yang mengatakan,” Ungkap Adi pria asal Jambi.

Ketika di tanyakan, bagaimana ia memperdaya korban?

Adi mengungkapkan bahwa dirinya mengatakan kepada korban bisa mengambil emas dari bawah rumah korban.

Dan korban, mau memenuhi syarat yang dimintanya.

Apa sajakah syaratnya selain uang yang di minta sebesar Rp 146 juta itu?

Dirinya mengaku hanya uang syarat yang di mintanya.

“Tidak ada syarat lain selain uang itu,” akunya

Hasil dari penipuan itu juga, di berikannya kepada mantan istrinya. Dan sisanya di pakai untuk belanja kebutuhannya sehari-hari.

“Saya kasih ke mantan istri dan buat saya uang itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Talang Kelapa AKP Haris Munandar Hasyim, SH,SIK.mengatakan, bahwa pelaku telah melakukan penipuan kepada, H Ending. Dengan cara mengaku dapat mengambil emas dari bawah rumah korban.

Setelah syarat yang di berikan H Ending berupa uang di penuhi.

Emas batangan palsu di berikan tersangka kepada korban.

“Tersangka kita tangkap, sedangkan mantan istrinya yang mendampingi tersangka dalam menjalankan aksinya. Masih dalam pengejeran pihaknya,” jelas Kapolsek, Senin (2/11).

Atas kejadian ini, pihaknya masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut. Dan tersangka akan di jerat sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Barang bukti batangan emas sudah kita amankan bersama tersangka,” Jelasnya

Untuk di ketahui, sebelumnya pelaku berhasil di tangkap polisi kamis kemarin, 29 Oktober 2020, di wilayah RT 03 Talang Sari, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin. Tersangka melancarkan aksinya sejak awal bulan September lalu. (bun)

Komentar

Berita Lainnya