oleh

Siap Hukum Mati LGBT, Hotel Mewah di Boikot, Sultan Brunei Cuek

-Headline-855 views

Kombinasi gambar menunjukkan lima dari sembilan hotel Dorchester Collection yang dimiliki oleh Sultan Brunei:

Hotel Meurice di Paris, The Dorchester di London, The Beverly Hills Hotel di Los Angeles,  Hotel Plaza Athenee di Paris dan The Hotel Bel-Air di Los Angeles.

Legenda pop Inggris Elton John telah bergabung dengan “teman” George Clooney dalam panggilan untuk memboikot sembilan hotel milik Brunei atas undang-undang hukuman mati baru kesultanan untuk seks gay dan perzinaan.

Koleksi Dorchester dari sembilan hotel yang dimiliki oleh pemerintah Brunei berlokasi di Inggris, AS, Prancis dan Italia. Brunei adalah monarki absolut, yang telah diperintah selama 51 tahun oleh Sultan Hassanal Bolkiah. Menanggapi ancamaan boikot ini Sultan Brunei cuek saja dan tetap akan menghukum mati para LGBT.

Foto: Frederic J. BROWN, Fred DUFOUR, Ben STANSALL, Stéphane DE SAKUTIN / AFP

Protes Sultan Brunei, Elton John Bergabung Bersama George Clooney

Elton John bergabung bersama George Clooney untuk memprotes aturan Pemerintah Brunei Darussalam yang akan menerapkan hukuman rajam hingga mati bagi warganya yang terlibat hubungan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Ia bersama dengan Clooney akan memboikot sembilan hotel milik Brunei Darussalam yang tersebar di beberapa negara.

“Saya memuji teman saya, George Clooney, karena mengambil sikap menentang diskriminasi anti-gay dan kefanatikan yang terjadi di Brunei- tempat di mana orang-orang gay dianiaya, atau lebih buruk- dengan memboikot hotel-hotel Sultan,” ujarnya pada Sabtu (30/3/2019) melalui akun Twitter, seperti dikutip The Guardian.

Sembilan hotel yang dimaksud Elton dan Clooney berada di Amerika Serikat (AS), Inggris, Perancis, dan Italia, Dorchester di London, dan Hotel Beverly Hills di Los Angeles. Dorchester bungkam ketika dimintai tanggapan mengenai aksi boikot ini.

“Saya percaya cinta adalah cinta, dan mampu mencintai seperti apa yang kita pilih adalah hak asasi manusia. Ke mana pun kita pergi, suamiku David dan aku layak diperlakukan dengan bermartabat dan rasa hormat, seperti halnya setiap jutaan orang LGBT di dunia,” ujar John, seperti dikutip Deadline.

Clooney menyerukan boikot hotel-hotel milik Sultan Brunei pada awal pekan ini. Menurut Clooney, dengan menyewa atau makan di hotel-hotel tersebut berarti ikut membiayai orang-orang yang memilih untuk menghukum mati LGBT.

“Setiap kita melakukan pertemuan atau makan di salah satu dari sembilan hotel ini, kita memasukkan uang secara langsung ke kantong orang-orang yang memilh untuk melempari dan mencambuk mati mereka yang gay atau dituduh berzina yang padahal mereka adalah warga negaranya sendiri,” ujar Clooney.

Brunei merupakan negara monarki absolut, yang telah diperintah selama 51 tahun oleh Sultan Hassanal Bolkiah.

Brunei akan menerapkan hukum pidana baru yang keras, termasuk amputasi tangan dan kaki untuk kasus pencurian, mulai pekan ini. Homoseksualitas sudah dianggap ilegal di lingkungan kesultanan dan akan dianggap sebagai pelanggaran berat di luar kesultanan. Hukum tersebut hanya berlaku untuk Muslim.

Pemerintah Kerajaan Brunei Darussalam membela haknya untuk menerapkan Hukum Pidana Syariat Islam yang mencakup hukum rajam sampai mati bagi pezina dan pelaku seks sesama jenis. Pembelaan negara kaya minyak ini disampaikan setelah rencana penerapan hukum pidana itu menuai kritik global.

Brunei, mantan protektorat Inggris yang berpenduduk mayoritas Muslim dengan populasi sekitar 400.000 jiwa, akan menerapkan Hukum Pidana Syariat Islam mulai 3 April 2019. Hukum mati itu berlaku untuk pelaku sodomi, pezina, pemerkosa, dan pelaku hubungan seks sesama jenis termasuk lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT).

Kantor Perdana Menteri Brunei Darussalam dalam sebuah penyataan pada hari Sabtu pekan lalu mengatakan hukum yang diadopsi pada tahun 2014 dan yang telah diluncurkan secara bertahap sejak saat itu, akan sepenuhnya diterapkan mulai 3 April.

“Hukum (Syariat), selain mengkriminalisasi dan mencegah tindakan yang bertentangan dengan ajaran Islam, juga bertujuan untuk mendidik, menghormati, dan melindungi hak-hak yang sah dari semua individu, masyarakat atau bangsa dari setiap agama dan ras,” bunyi pernyataan tersebut, dikutip Reuters, Senin (1/4/2019).

Sultan Hassanal Bolkiah, 72, yang memimpin Brunei adalah raja pemerintahan terlama kedua di dunia. Dia juga menjabat sebagai perdana menteri negara tersebut. Sultan Bolkiah termasuk salah satu orang terkaya di dunia.

Negara ini tidak menyelenggarakan pemilu, tetapi ketidakpuasan publik diredakan dengan kebijakan pemerintah yang murah hati termasuk kebijakan nol pajak, perumahan bersubsidi,layanan kesehatan dan pendidikan gratis.

Implementasi Hukum Pidana Syariat Islam telah mengundang kecaman luas. Politisi di Eropa dan Amerika Serikat telah mengecam rencana itu dan menyuarakan keprihatinan terhadap Brunei.

“Menghukum mati orang dengan batu karena homoseksualitas atau perzinaan adalah hal yang mengerikan dan tidak bermoral,” kata mantan wakil presiden AS Joe Biden dalam sebuah posting Twitter pada hari Jumat.

“Tidak ada alasan—bukan budaya, bukan tradisi—untuk jenis kebencian dan tidak manusiawi semacam ini,” lanjut mantan wakil presiden Barack Obama itu.

Aktor peraih Oscar George Clooney menyerukan pemboikotan hotel-hotel mewah milik The Brunei Investment Company, seperti Beverly Hills Hotel, Dorchester di London dan Plaza Athenee di Paris. (int)

Komentar

Berita Lainnya