oleh

Siapa Sosok Andi Sinjaya Ghalib ?

Siapa Andi Sinjaya Ghalib. Untuk diketahui, Andi Sinjaya  merupakan anak dari Andi Muhammad Ghalib, Jaksa Agung di era reformasi. Lulusan Akademi Kepolisian tahun 2002 tersebut memulai kariernya sebagai penyidik reserse.

Di tahun 2015, ia pernah menerima penghargaan dari Polda Jawa Timur atas kinerjanya dalam menangani perkara. Saat itu ia menjabat sebagai Kanit I Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim.
Dari sana, tahun 2017 ia menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Sidoarjo. Hingga di tahun 2018, ia dimutasi sebagai Kanit 2 Subdit 3 Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
Tak hanya karier, Andi Sinjaya   juga berprestasi di bidang akademik, dia mengantongi gelar doktor dari Universitas Brawijaya (Unbraw) Malang. Ia membuat disertasi berjudul ‘Kebijakan formulasi tentang kewenangan penyidik kepolisian RI untuk menerbitkan surat ketetapan penghentian penyidikan dalam perspektif pembaharuan hukum pidana’.
Karier Andi semakin melejit sejak ia dimutasi menjadi pejabat sementara Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan. Di sana, ia membongkar sejumlah kasus besar, seperti kasus penodongan yang dilakukan pengemudi Lamborghini dan kepemilikan satwa langka dengan tersangka Abdul Malik, hingga kasus kepemilikan senjata api anak artis Ayu Azhari.
Berkat prestasinya itu, ia mendapat kenaikan pangkat dari kompol menjadi AKBP di penghujung tahun 2019. Hingga akhirnya pada bulan Januari 2020, ia dimutasi ke Polda Metro Jaya.

Sebelumnya Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya Ghalib pernah membeberkan fakta yang ada di balik aksi penodongan yang dilakukan pengemudi Lamborghini berinisial AM terhadap dua pelajar.

Selain itu, mobil mewah berwarna oranye itu ternyata tidak terdaftar atas nama tersangka berinisial AM. Menurut Andi, Lamborghini itu terdaftar atas seorang pekerja serabutan berinisial AR.

Semua bermula saat AR hendak meminjam uang sebesar Rp 700 ribu kepada rekannya bernama Yopi pada 2013.“Jadi, AR ini pinjam uang untuk biaya berobat anaknya kepada rekannya,” kata Andi saat dikonfirmasi,

Yopi bersedia meminjamkan uang kepada AR. Syaratnya, AR juga harus mau meminjamkan KTP-nya.

Ketika itu, AR mengaku sempat bertanya soal alasan Yopi meminjam kartu identitasnya.

“Saudara Y mengatakan, ‘kan kamu butuh uang, oleh sebab itu saya pinjam KTP kamu untuk keperluan. Yang penting kamu dapat uangnya,” sambung Andi.

Namun, sampai sekarang Yopi tak kunjung mengembalikan KTP AR. Sedangkan, AR juga tidak mengetahui alamat dan nomor telepon Yopi.

Sampai pada Juli 2019, AR mendapat pemberitahuan pembayaran pajak dari Dinas Perpajakan Negara. “Dikarenakan belum membayar pajak satu unit mobil Lamborghini bernopol B 27 AYR warna oranye tahun 2013 atas nama AR tersebut,” jelas Andi.

Lantaran merasa tidak pernah memiliki Lamborghini, AR menghiraukan surat pemberitahuan tersebut.

Diduga, AM telah meminjam KTP AR untuk menghindari pajak. “Ini masih kami dalami, kami akan urai kejahatan lainnya yang diduga dilakukan pelaku AM,” sambung Andi,

Diketahui, AM sudah dijadikan tersangka karena menodong dua pelajar SMA yang sedang berada di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. (cuy/jpnn)

Komentar

Berita Lainnya