oleh

Siapkan Petugas Hunting di Titik Rawan

EMPAT LAWANG – Operasi Ketupat Musi 2019 digelar di halaman Mapolres Empat Lawang, yang diikuti aparat gabungan TNI, Polri, Dishub, Satpol-PP dan Saka Bhayangkara, kemarin (28/5).

Operasi tersebut dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri 1440 Hijriyah. Kapolres Empat Lawang, AKBP Eko Yudi Karyanto SIk memimpin langsung apel Ops Ketupat Musi.

“Operasi Ketupat Musi 2019 ini digelar selama 13 hari kedepan. Mulai malam ini tepat jam 00.00 sampai tanggal 10 Juni 2019,” kata kapolres.

Dijelaskan Eko, apel operasi ketupat Musi ini digelar, untuk mengecek peralatan operasional untuk kelancaran arus mudik dan arus balik.

“Untuk anggota Polres ada 51 Personil Polri, Dishub 25 anggota, Pol PP 25 anggota, anggota TNI, tim medis dan anggota Saka Bhayangkara,” jelasnya.

Kapolres mengecek perlengkapan personil saat apel Operasi Ketupat Musi

Untuk posko dari Polres ada dua, yakni pos pelayanan di Stasiun Kereta Api Tebing Tinggi dan pos pengamanan di simpang tiga Tugu Emas. Dishub juga buat posko pemantau arus mudik.

“Personil kita nanti selain di pos masing-masing ada yang hunting di titik rawan pungli. Ada 4 lokasi yang rawan,” ungkapnya seraya memprediksi pemudik banyak yang menggunakan kendaraan pribadi, dikarenakan tiket pesawat mahal.

Sementara Kepala Dishub Kabupaten Empat Lawang, Rapani menambahkan, ada tiga pos pemantau arus mudik dan arus balik. Tigas pos pemantau tersebut diantaranya dua di Kecamatan Tebing Tinggi dan satu di Kecamatan Pendopo.

Pos tersebut, berada di simpang tiga Jalan Poros (Jalan Noerdin Pandji), simpang tiga Talang Gunung Kecamatan Tebing Tinggi dan yang ketiga di simpang Desa Tanjung Raya Kecamatan Pendopo.

“Untuk posko di Tebing Tinggi personilnya dari Kantor Dishub dan Kecamatan Tebing Tinggi. Sedangkan yang di simpang Tanjung Raya petugas di Kecamatan Muara Pinang dan Pendopo yang standby,” tukasnya. (eno)

Komentar

Berita Lainnya