oleh

Sidak, Tim Pengawas Pupuk Belum Temukan Pestisida Ilegal di Pagaralam

PAGARALAM – Mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan dalam pendistribusian pupuk subsidi, Tim Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) Kota Pagaralam melakukan pengawasan ke lapangan.

Dalam pengecekan ketersediaan pupuk subsidi di sejumlah pengecer resmi, Kamis (16/7), dipimpin langsung Sekdakot Pagaralam, Drs Syamsul Bahri Burlian, sekaligus Ketua KP3 Kota Pagaralam.

“Jika melanggar, diawali dengan peringatan tertulis atau bisa menarik produk yang tak berizin dari pemasaran, jika ilegal dan ditemui palsu,” tegas Samsul.

Sementara pantauan di lapangan, sidak Tim KP3 ini selain melibatkan instansi terkait seperti Sat Pol PP, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTST-TK), DLH, Bappeda, DKPP,  serta aparat kepolisian dan kejaksaan.

“Ada 7 pengecer resmi yang mendistribusikan pupuk subsidi di Kota Pagaralam. Kita sambangi toko dan gudang penyimpanannnya,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kota Pagaralam, Gunsono Mekson melalui didampingi Kabid Sapras, Pengolahan dan Pemasaran, Ir Ade Dwi Darmayanti.

Ditambahkan Kasi Pupuk dan Alsintan, Feri Erwansyah SP, dalam sidak yang dilakukan KP3, pihaknya belum menemukan pelanggaaran. Semisal adanya peredaran pestisida ilegal ataupun palsu.

“Mengenai ketersedian pupuk subsidi masih dinilai aman di sejumlah pengecer. Kita melakukan pengecekan langsung, tidak hanya pestisida di toko, juga gudang-gudang mereka. Hal ini dikarenakan ada beberapa merek yang memang sudah tak ada lagi izin edarnya. Inilah yang perlu kita awasi,” terangnya.

Kendati ketersedian pupuk subsidi aman lanjut Feri, ada jenis pupuk yang alokasi sudah terserap banyak dan perlu untuk diajukan lagi penambahan. “Salahsatunya SP36, alokasi tahun ini mencapai 326 ton, ternyata serapannya melalui RDKK menyisakan 27 ton lagi. Saat ini tengah mengajukan realokasi atau usulan tambahan ke Provinsi (baca tabel Alokasi Pupuk 2020 Pagaralam),” ucapnya.

Izin Usaha Juga Diperiksa

Selain pengawasan distribusi pupuk subsidi dan pestisida, KP3 juga menyoroti kelengkapan administrasi perizinan usaha para pengecer. Pihak Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTST-TK) Kota Pagaralam juga tak segan detail memeriksa izin usaha seperti SIUP dan keberadaan IMBnya.

“Dari lima toko pengecer semuanya memiliki IMB dan SIUP, namun ada toko yang sudah habis masa berlakunya. Mereka dianjurkan untuk segera mengurusnya,” ujar Nailah, Kabid Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan Non-Perizinan disela sidak. (ald)

 

Tabel Alokasi Pupuk Subsidi Pagaralam 2020

No       Jenis Pupuk    Alokasi (ton)   Serapan (ton)

1.         SP36                            326                  299

2.         Urea                            837                  537,3

3.         Za                                280                  90

4.         NPK                            991                  591

5.         Organik                       60                    21

Ket : Realisasi serapan pupuk subsidi per Juni 2020.

 

Komentar

Berita Lainnya