oleh

Sidang Kasus Investasi Bodong dan Arisan Online, Wanita Itu Divonis 5 Tahun Penjara

Dipaparkan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong, dan menyesatkan yang menyebabkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik. Sebagaimana dakwaan jaksa penuntut umum (JPU). “Oleh JPU Y dituntut  selama 6 tahun dan denda 1 miliar subsider 3 bulan. Kemudian untuk 85 barang bukti dikembalikan kepada terdakwa,” paparnya.

Oleh pengadilan Negeri Penajam tersangka diputus 5 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan. Atas keputusan tersebut terdakwa menerima, pun demikian dengan JPU menerima sidang putusan tersebut. “Barang yang telah disita pun diputuskan dikembalikan ke terdakwa, para korban yang merasa dirugikan pun dipersilakan menuntut kerugian secara perdata kepada terdakwa,” imbuhnya.

Untuk diketahui sebelumnya, perempuan berinisial Y diamankan jajaran Polres Penajam Paser Utara (PPU). Dia diduga melakukan penipuan berkedok arisan online sekali bayar. Korbannya rata-rata dijanjikan keuntungan hingga 100 persen. “Kegiatan investasi itu sudah berjalan kurang lebih dua tahun. Namun yang signifikan adalah tahun 2020,” kata Kasat Reskrim Polres PPU Iptu Dian Kusnawan.

Dibeberkan, tersangka menjanjikan korbannya melalui tawaran investasi yang nantinya mendapatkan keuntungan sangat besar. Sehingga banyak masyarakat yang tertarik. Tersangka pun sempat melarikan diri ke luar Kaltim. Namun akhirnya berhasil diamankan petugas setelah dipancing kembali ke daerah. “Dia ditanggap di Bandara Balikpapan,” tegasnya.

Modus pelaku adalah melakukan kegiatan arisan online dengan urutan yang sudah ada nama-namanya berurutan. “Jadi itu yang dijual, dan ada yang beli. Dan indikasinya ada nama yang fiktif,” sambungnya. Setelah melakukan arisan tersebut, tersangka kemudian melakukan usaha koperasi, tapi tidak bertahan lama dan bangkrut. Sehingga melakukan penipuan lagi, dengan modus investasi sekali bayar, korban dijanjikan keuntungan sekian ratus persen dalam jangka waktu tertentu. (asp/rdh/k8)

Komentar

Berita Lainnya