oleh

Sidang Kasus KDRT Hadirkan Saksi Meringankan

Hakim Berharap Kedua Belah Pihak Berdamai

Sumeks.co, – Majelis hakim PN Palembang kembali gelar sidang lanjutan kasus dugaan KDRT yang dilakukan oleh seorang notaris bernama Merliansyah yang saat ini menjadi terdakwa dengan Ghitta Shitta Pramasya dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi.

Dalam sidang yang digelar diruang sidang utama PN Palembang, Rabu (24/11) sebanyak enam orang saksi ade charge dihadirkan oleh terdakwa melalui Kuasa Hukum Supendi SH MH dihadapan majelis hakim diketuai Abu Hanifah SH MH.

Didalam persidangan dari kesemua keterangan saksi yang dihadirkan tersebut tidak ada satupun yang mengatakan bahwa terdakwa melakukan penganiayaan terhadap istrinya selaku korban sebagaimana didalam dakwaan JPU.

“Seperti yang dilihat dari keterangan saksi yang kami hadirkan tadi, satupun tidak ada yang mengatakan bahwa terdakwa selaku klien kami melakukan penganiayaan terhadap korban, justru sebaliknya”. Kata Supendi ditemui usai sidang.

Supendi menambahkan bahwa hal itu sangat bertolak belakang dengan saksi-saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang Indra Sutanto SH MH pada sidang sebelumnya yang mengatakan adanya penganiayan dan pemukulan terdakwa terhadap istrinya selaku pelapor dalam perkara ini.

“Ini kita juga berdasarkan dengan keterangan saksi bernama Yuyun saat kejadian itu melihat dari rekaman cctv dikamar klien kami ditampar oleh istri”. Ungkapnya.

Selaku kuasa hukum, Supendi tetap berkeyakinan bahwa kliennya tidak bersalah.

Disinggung mengenai akan adanya upaya melakukan perdamaian sebagaimana disarankan oleh majelis hakim agar kedua belah pihak yang kini terlibat pertikaian melakukan upaya perdamaian untuk menyelesaikan permasalahan.

“Tentunya kami ingin semuanya berujung damai. Antara klien kami dan pelapor dalam hal ini istrinya bisa sama-sama sepakat untuk berdamai,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Daruswan ayah terdakwa yang turut hadir dan menjadi saksi dipersidangan sangat mengapresiasi atas saran dari majelis hakim agar kedua belah pihak sebaiknya menempuh jalur damai.

“Setiap orang tua menginginkan agar semuanya baik-baik saja untuk, saya sepakat dengan majelis hakim agar dapat diselesaikan dengan jalur perdamaian, kasihan dengan cucu saya”. Ungkap Daruswan ditemui usai sidang.

Dikonfirmasi terpisah, terkait upaya damai seperti yang disarankan oleh majelis hakim, korban Ghitta melalui kuasa hukumnya Nurmalah SH. MH mengatakan, pihaknya masih belum bisa menentukan hal tersebut.

“Memang sebelumnya sudah ada dua perwakilan pihak terdakwa termasuk kuasa hukumnya untuk upaya perdamaian, namun klien kami saat ini belum berfikir kearah itu karena proses sidang saat ini masih panjang,” Ujar Nurmalah.

Setelah mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan dari pihak terdakwa, majelis hakim kembali menunda sidang dan akan melanjutkan kembali pada Rabu pekan depan dengan agenda pembacaan tuntutan dari JPU terhadap terdakwa Merliansyah. (Fdl)

Komentar

Berita Lainnya