oleh

Sidang Pembunuhan dan Perkosaan Mahasiswi UIN Palembang Kok Tertutup Sih!

MUARA ENIM – Sidang lanjutan kasus pembunuhan dan pemerkosaan mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang Fatmi Rohanayanti (20) ternyata digelar tertutup.

Kok tertutup. Tentu para pewarta dibuat kecewa.

Pembunuhan yang dilakukan Upuzan alias Sirun (33)  pada Kamis (31/1/2019) ini sangat sadis. Apalagi aksi pelaku bukan yang pertama. Upuzan seperti diwartawakan sebelumnya adalah residivis kasus yang sama. Tak kapok. Tak jera.

Kasusnya saat ini disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Muara Enim,  hari ini (19/6).

Pada sidang kedua ini agendanya hakim mendengarkan keterangan saksi-saksi.

Tapi sayang sidangnya digelar tertutup dan dijaga ketat aparat kepolisian.

Hakim yang memimpin sidang Artisol SH, didampingi hakim Rio Nazar SH MH dan Agus Kurniawan  SH MH. Jaksa penuntut umum-nya, Ester Marisa SH MH.

Para pewarta tak diizinkan meliput jalannya sidang, namun hanya diperbolehkan mengambil foto atau gambar selama 5 menit sebelum sidang dimulai.

Bahkan sebagian anggota keluarga korban yang datang juga tak diperkenankan masuk ruang sidang.

Majelis hakim hanya memperbolehkan dua orang anggota keluarga saja masuk ruang sidang sebagai saksi persidangan.

Meski demikian salah satu anggota keluarga korban Sofai (68) mengaku tak keberatan harus menunggu diluar ruang sidang.

“Aku nih neneknyo Fatmi, tadi sempat masuk ruangan tapi disuruh keluar kareno cuma wong duo bae yang boleh masuk,” ungkapnya.

Sofai menuturkan dirinya datang bersama anggota keluarga jauh dari desa Dusun VI Desa Menanti, Kecamatan Kelekar.

Datang ke kota Muara Enim hanya untuk memastikan sidang berlangsung adil.

Pelaku telah keji membunuh dan memperkosa cucu kesayangannya.

“Kami nunggu diluar dak apo-apo, asal sidang berlangsung aman dan pelaku dihukum seberat-beratnya,” cetusnya.

Sementara Humas Pengadilan Negeri Muara Enim, Arpisol SH mengatakan sidang memang diagendakan tertutup karena mengandung aspek kesusilaan.

“Kami mohon maaf, rekan-rekan wartawan hanya diperbolehkan mengambil foto sebelum sidang dimulai,” tandasnya. (way)

 

Komentar

Berita Lainnya