oleh

Sidang Perdana, Terdakwa Pembunuh dan Cor Semen PNS Terancam Pidana Mati

SUMEKS.CO – Sidang perdana terhadap terdakwa Mgs Yudi Thama Redianto (41 tahun) dan Ilyas Kurniawan (26 tahun), pembunuh Apriyanita, seorang PNS Kementerian PUPR yang ditemukan dikubur tak wajar di TPU Kandang Kawat Palembang, digelar Kamis (13/2/2020) sore.

Kedua terdakwa tampak lemas dan terus menunduk saat Jaksa Penuntut Umum membacakan dakwaan tentang pembunuhan berencana yakni Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke 1 KUHP di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA Palembang khusus Sumsel.

“Bahwa terdakwa dengan sengaja dan dengan berencana merampas nyawa orang lain, yang menyuruh melakukan dan turut serta melakukan,” ucap JPU Murni SH MM, membacakan dakwaan terdakwa Yudi di hadapan majelis hakim.

Berawal sekitar Bulan Agustus 2019, terdakwa mengajak korban untuk berbisnis jual beli mobil hasil lelang sebesar Rp 145 juta. Karena antara terdakwa dengan saksi korban sudah saling kenal bahkan satu Kantor.

Pada tanggal 8 Oktober 2019 sekira jam 15.00 WIB terdakwa bertemu dengan korban di kantor dan korban menanyakan uang yang dititipkan kepada terdakwa untuk bisnis jual beli mobil hasil lelang tersebut, karena sebenarnya bisnis tersebut tidak pernah ada dan itu hanya akal-akalan terdakwa saja.

Sedangkan uang tersebut telah terdakwa pergunakan untuk kepentingan pribadi, karena terdakwa bingung dan langsung merencanakan pembunuhan.

Berdasarkan hasil  Visum  dari Ruma Sakit Bhayangkara Palembang Nomor : 128/VRJ/Oktober/2019/RUMKIT , tanggal 25 Oktober 2019 yang di tanda tangani oleh dr Mansuri Sp.FM telah memeriksa jasad perempuan.

Dari hasil luar dan dalam ditemukan tanda-tanda kekerasan tumpul berupa luka memar di kepala, leher, perut dan anggota gerak, ditemukan tanda-tanda kekerasan di daerah leher berupa memar dan patahnya cincin rawan tenggorokan. Ditemukan tanda-tanda mati lemas sebab kematian adalah karena kekerasan di leher yang mengakibatkan rusaknya cincin rawan tenggorokan dan ngangguan saluran nafas.

Pantauan SUMEKS.CO, selama proses persidangan berlangsung, dua terdakwa yang mengenakan rumpi orange dan peci ini terus menarik nafas panjang. Hanya terdakwa Ilyas yang beberapa kali berani menatap para hakim meja hijau.

Kedua terdakwa langsung digiring ke sel tahanan sementara dan kemudian masuk ke mobil yang membawa tahanan usai mendengarkan dakwaan.(dho)

Komentar

Berita Lainnya