oleh

Silahkan Sampaikan Asal Tak Melanggar Hukum

-Hukum-198 views

LAHAT – Aparat Polres Lahat menindak tegas para pelaku yang melanggar hukum serta mengganggu keamanan dan ketertiban. Termasuk permasalahan dugaan sengketa lahan antara pihak BKSDA dan warga Desa Padang Baru, Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat.

Ada 10 warga yang telah ditetapkan sebagai tersangka, akibat melakukan tindakan melanggar hukum. Mulai dari melakukan penebangan pohon, perambahan maupun pengrusakan dalam kawasan hutan Suaka Alam kelompok Isau-isau.

Lokasinya persis di Pusat Latihan Gajah (PLG), Desa Padang Baru, Kecamatan Merapi Selatan, Lahat. Sepuluh tersangka ini diantaranya, Suharman (48), Supen Peri (38), Solhadi (25), Liswan (44), Hermawan (29), Roby Sanjaya (18), Sartoni (54), Patrio (25), Bastawi (61), Sutar Dinata (33), semuanya warga Desa Padang Baru, Kecamatan, Merapi Selatan, Lahat.

“Aku masih kecik, nenek aku la bekebun disana. Sebelum ada pusat pelatihan gajah, tanah itu punya kami. Tapi sekarang tanah itu sudah punya BKSDA dan mereka ada SK Menterinya. Tapi kami belum menerima ganti rugi dan lainnya,” ungkap Bastawi, salah satu tersangka yang menyampaikan dalihnya, Jumat (24/5).

Luas lahan yang diklaim warga sekitar 150 ha-170 ha di lokasi tersebut. Ditempat yang sama saat pres rilis, Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap S.Ik didampingi Wakapolres Kompol Budi Santoso mengungkapkan bahwa aksi warga ini bukan yang pertama. Pihaknya sudah sering memberikanan peringatan.

“Tindakan preventif sudah kita jalankan, kali ini kita perlu ambil tindakan tegas. Sudah sering kita sampaikan agar mereka jangan melanggar hukum dan menggangu keamanan,” ujar Kapolres saat press realease, di halaman Mapolres Lahat.

Lanjutnya, 10 tersangka yang diamankan bukan hanya karena penebangan pohon, tapi karena sebelumnya (4/3) lalu perselisihan antara warga dengan pihak BKSDA sempat memanas. Warga saat itu sambil membawa celurit, parang, dan baru, merusak kantor BKSDA. Bukannya menyampaikan aspirasi dengan baik.

Didampingi Kasat Reskrim, AKP Satria Dwi Darma, Ferry menjelaskan, untuk Suharman, Supen, Peri, dan Solhadi, ditangkap karena  pengrusakan kantor BKSDA. Liswan, Hermawan, Roby, Sartoni dan, Patrio, karena melakukan penebangan hutan Kamis lalu. Sedangkan Bastawi dan Sutar, terlibat kasus serupa di Agustus 2018.

“Untuk Bastawi CS ini, arahnya sudah ke perambahan hutan lindung, seluas 12,21 Hektare. Bisa terjerat diatas diatas lima tahun penjara,” tukasnya.(gti)

Komentar

Berita Lainnya