oleh

Simbol Bakti pada Leluhur, Bakar Rumah Kertas

PALEMBANG – Berbagai doa dan harapan digantungkan oleh jemaah dari Vihara Amitabha Graha Palembang pada saat menggelar sembahyang merayakan Ulambana. Dalam pandemi sekarang ini, pengurus dan panitia mewajibkan semua umat dan pengunjung selalu mengikuti protokol kesehatan. Bahkan ritual yang diikuti puluhan orang ini, berlangsung khusyu dan khidmat.

“Ulambana sendiri merupakan bulan yang selalu ditunggu oleh semua umat kita. Pasalnya dalam kepercayaan kita, sekarang ini merupakan waktu paling tepat untuk berdoa ataupun berbuat kebajikan. Sebab apa yang dilakukan, pahalanya akan dilipatgandakan. Jadi, semuanya memberikan yang terbaik,” ungkap Ketua Vihara Amitabha Graha, Halim Susanto ditemui di sela-sela perayaan, rABU (16/9).

Yang juga tidak kalah penting lagi, hari ulambana merupakan saat yang tepat melimpahkan pahala kebajikan ke para leluhur atau arwah kelaparan dan berada di alam bawah. sehingga dari limpahan pahala dan kebajikan itu, bisa membantu arwah atau leluhur ini terlahir kembali di alam bahagia atau alam manusia. Dalam perayaan ini juga, umat kerap melimpahkan barang yang menjadi kesenangan semasa hidup. Baik uang, rumah maupun juga makanan.

” Nanti pada akhir acara, akan ditutup dengan pembakaran barang-barang untuk arwah atau leluhur tadi. Berupa rumah-rumahan kertas dan lainnya tadi. Diharapkan ini bermanfaat bagi arwah tadi. Untuk sembakonya sendiri nantinya akan kita bagikan ke warga kurang mampu. Sehingga tidak hanya untuk arwah, tapi juga yang hidup,” tegasnya.

Burhan, salahsatu umat yang hadir mengungkapkan, ini merupakan saat yang paling ditunggu untuk berbuat baik dan nantinya kebajikan ini akan dilimpahkan ke leluhur. Sedangkan bagi arwah kelaparan tadi, juga ikut didoakan semuanya.

“Biasanya selain keluarga atau leluhur yang datang, saat doa atau pembacaan sutera juga banyak arwah yang datang. Semuanya juga kita doakan. Dengan harapan bisa terlahir di alam bahagia semuanya,” tandasnya. (AFI)

 

Komentar

Berita Lainnya