oleh

Sinergitas Kementan dan Pemkab Banyuasin Genjot Produktivitas Pertanian

SUMEKS,CO – Kementerian Pertanian menyatakan salah satu program strategis yang sedang dijalankan adalah penguatan kelembagaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang akrab disebut Kostratani. Melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) kegiatan penguatan BPP ini terus dilakukan peningkatan kapasitasnya.

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi terjun langsung  melakukan koordinasi terkait penguatan BPP dengan Wakil Bupati Banyuasin di rumah dinas Wakil Bupati di Pangkalan Balai.(10/3/2021).

Dedi mengawali perbincangan dengan sejarah pertanian Indonesia, “Indonesia pernah mengalami masa swasembada pangan pada zaman orde baru, dengan program pertanian pemerintah adalah bimas (bimbingan masal) dan diawali perhatian terhadap petani, semenjak otonomi daerah 2004 produktivitas pertanian menurun, salah satu penyebabnya adalah respon daerah terhadap pertanian terutama penyuluh tidak sama, ada yang menjadi program prioritas dan sebaliknya,” jelas Dedi.

Dibawah kepempimpinan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, harapan untuk menggerakan lagi target swasembada pangan, dengan program satu desa satu penyuluh.

Dedi Memuji keberhasilan Provinsi Sumatera Selatan dibawah pimpinan Herman Deru, “Sumatera Selatan sudah luar biasa, dengan program Gubernur, merekrut penyuluh pendamping dari putra daerah sendiri untuk memenuhi program satu desa satu penyuluh,”puji Dedi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menitipkan pesan , “Produksi padi di Banyuasin tidak boleh bersoal, jika Banyuasin bersoal maka Sumatera Selatan bersoal, dan pangan Indonesia bersoal. Banyuasin sangat strategis dan penting bagi Ketahanan Pangan Indonesia, Beras Banyuasin bukan hanya menghidupi Sumatera Selatan sampai ke Jawa,” pesan Mentan SYL.

peluang peningkatan produktivitas pertanian di Banyuasin masih sangat besar, untuk itu Kementan pada tahun ini akan memenuhi Kebutuhan IT untuk semua BPP yang ada di Banyuasin dengan peralatan IT.

Tindak lanjut dari pertemuan dengan Gubernur Herman Deru adalah peningkatan kapasitas SDM Pertanian, pemberdayaan BPP dengan penguatan penyuluh, termasuk pelatihan penangkaran benih.

Wakil Bupati Banyuasin Slamet Somosentono menyatakan Banyuasin sangat mendukung pemberdayaan penyuluh pertanian di BPP perkecamatan yang sekarang disebut kostratani jika dulu disebut Bimas.

Slamet menegaskan bahwa beliau bersama Bupati Banyuasin memiliki Tekad tahun 2022 lumbung Padi Nasional, tentunya hal ini didukung dengan program program antara Kementan dan Pemerintah Daerah Banyuasin.

Slamet menambahkan pengalaman beliau tentang pertanian di Banyuasin, “Kebanyakan petani dibanyuasin tidak seperti di Jawa, jika di Jawa penanaman dilakukan secara tandur sedangkan di Banyuasin dengan disebar sehingga terdapat perbedaan hasil panen, tentunya ini menjadi peluang untuk peningkatan produktivitas pertanian. Selain itu pada IP 200 daerah di Banyuasin membutuhkan TR4 karena kondisi wilayah”, ujar Wakil Bupati yang pernah menjabat sebagai wakil rakyat ini.

Ditambahkan Slamet, “saat ini juga Banyuasin melakukan proses penambahan area pertanian untuk mencapai target lumbung padi, dengan terobosan baru KUR yang sudah menyalurkan pembiayaan, sehingga memudahkan petani untuk pembelian bibit,TR4, atau sarana pertanian yang dibutuhkan,” tambahnya. (ril/wi2k)

Komentar

Berita Lainnya