oleh

Sinkronisasikan Penataan Ruang di Sumsel, TKPRD Gelar Rakor

SUMEKS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melaksanakan Rapat Koordinasi Penataan Ruang Daerah yang dipusatkan di Ballroom Hotel Novotel Palembang, Selasa (26/11). Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) ini didukung oleh Proyek KELOLA Sendang-ZSL Indonesia.

Rakor TKPRD ini mengangkat tema “Optimalisasi Penataan Ruang Provinsi Menuju Sumsel Maju Untuk Semua”. Rakor ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta yang berasal dari Pemprov Sumsel, Kabupaten/Kota, Instansi vertikal, BUMN/BUMD, akademisi, asosiasi dan mitra pembangunan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumsel, Darma Budhy mengungkapkan, dalam rangka menuju tujuan penataan ruang diperlukan sinkronisasi dan koordinasi antar tingkatan pemerintahan lintas sektor, melalui rapat koordinasi penataan ruang daerah, seperti yang dilaksanakan pada hari ini.

“Dengan kegiatan ini diharapkan dukungan dari seluruh pihak terkait untuk mewujudkan ruang yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan,” kata Darma Budhy.

Rakor TKPRD ini merupakan pertemuan yang dilaksanakan dua kali setahun yang melibatkan instansi terkait dalam proses penataan ruang, sekaligus merupakan momentum untuk finalisasi Sistem Informasi Tata Ruang (Sitarung) Provinsi menuju implementasi berkesinambungan, dan momentum yang menghantarkan pengembangan sistem informasi penataan ruang tingkat Kabupaten Banyuasin dan Musi Banyuasin.

Sitarung merupakan sistem informasi penataan ruang yang telah dikembangkan oleh Pemprov Sumsel sejak tahun 2017. Pemprov Sumsel dalam hal ini didukung oleh proyek KELOLA Sendang-ZSL Indonesia, Pemprov Sumsel telah merampungkan pengembangan Sitarung dan telah melalui tahap sosialisasi kepada para pihak terkait penataan ruang di Sumsel.

Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumsel, selaku pengelola Sitarung telah menunjukkan langkah nyata dalam pemanfaatan Sitarung untuk proses penataan ruang provinsi dan sinkronisasi dengan kabupaten/kota. Selain itu, telah dilakukan penyusunan Standard Operating Procedures (SOP) TKPRD, yang menjadi pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan TKPRD.

“SOP dan Sitarung menjadi satu kesatuan sistem dan tata kerja untuk melakukan proses penataan ruang yang optimal dalam mengatur peruntukan pemanfaatan ruang dan penggunaan lahan yang dapat meningkatan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat dan mempertahankan fungsi-fungsi ekologis lansekap secara berkelanjutan,” tutup Budhy.

Sementara itu, Prof Damayanti Buchori selaku Direktur Proyek KELOLA Sendang menyatakan bahwa kerjasama dalam pengembangan Sitarung antara Dinas PUBMTR dan Proyek KELOLA Sendang segera berakhir, capaian Sitarung yang menjadi bukti kerja keras Dinas PUBMTR khususnya dan Pemprov Sumsel pada umumnya dapat terus dimanfaatkan untuk mendukung proses perencanaan pembangunan yang berkelanjutan di Sumsel.

“Kisah sukses ini dapat ditelurkan kembali oleh Dinas PUBMTR kepada kabupaten/kota atau menjadi pembelajaran bagi provinsi lain yang belum memiliki sistem penataan ruang. Dan KELOLA Sendang juga dapat mewartakan lesson-learnt ini kepada para pihak yang terkait, baik tingkat pusat maupun dunia internasional,” ungkap Damayanti.

Menurut Damayanti, proses penataan ruang yang baik dan benar menjadi salah satu syarat penting dalam mewujudkan pengelolaan lansekap secara berkelanjutan menuju pertumbuhan hijau dengan kesinambungan aspek ekonomi dan ekologisnya yang ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

David Ardhian Selaku Deputi Direktur Proyek KELOLA Sendang-ZSL Indonesia, mengungkapkan bahwa KELOLA Sendang mendukung pengembangan SITARUNG sebagai sistem informasi penataan ruang agar para pihak mampu mendapatkan informasi dengan cepat dan akurat, sebagai wujud keterlibatan masyarakat dalam proses penataan ruang sebagai amanat undang-undang.

“Upaya ini juga diharapkan mampu mendukung pengembangan kebijakan satu peta di Sumsel,” katanya.

Pemprov Sumsel telah merampungkan SITARUNG di tingkat Provinsi, dan Proyek KELOLA Sendang telah mengembangkan sistem informasi penataan ruang kabupaten. Kami mengapresiasi kesiapan Kabupaten Banyuasin dan Musi Banyuasin dalam pengembangan SitaruM dan BETUAH.(ety)

Komentar

Berita Lainnya