oleh

Sistem Rujukan Berjenjang Utamakan Mutu Layanan bagi Peserta JKN-KIS

SUMEKS.CO, LUBUKLINGGAU – Dalam skema pelayanan Program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia sehat (JKN-KIS) tentu peserta JKN-KIS sudah akrab mengenal rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti Puskesmas, klinik dan Dokter Praktek Perorangan (DPP) ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), atau rujukan sesama FKRTL yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Namun masih ada sebagian peserta JKN-KIS yang belum memahami mengapa hal ini diberlakukan. Padahal, hal ini dilakukan demi layanan yang bermutu dan berkualitas serta sebaran layanan kesehatan yang merata.

“Rujukan berjenjang ini kita lakukan karena ada peraturannya. Contoh peraturannya ada di Perpres Nomor 82 Tahun 2018. Disana disebutkan pelayanan kesehatan peserta JKN-KIS itu harus dilaksanakan secara berjenjang sesuai kebutuhan medis dan sesuai kompetensi fasilitas Kesehatan yang dimulai dari FKTP peserta terdaftar,” sebut Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lubuklinggau, Harry Nurdiansyah, Jumat (30/04).

Ia menyebut, peraturan ini juga dituangkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2013, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 5 Tahun 2014 dan sebagainya. Semua peraturan ini dibuat sebagai acuan bagi dokter dalam memberikan pelayanan di FKTP, baik milik pemerintah maupun swasta agar dapat meningkatkan mutu pelayanan. Harry mencontohkan jika semua penyakit langsung dirujuk ke rumah sakit maka akan terjadi penumpukan antrean di rumah sakit.

“Selain itu tidak semua penyakit harus mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Penyakit ringan harapannya bisa terlayani di FKTP saja dan tidak menambah panjang antrean di rumah sakit,” katanya.

Di lain tempat, Kepala Puskesmas sekaligus Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Lubuklinggau, dr. Dwiyana mengatakan bahwa selain peraturan yang ditetapkan ada juga kriteria yang perlu diperhatikan dalam memberikan rujukan, yakti penyakit tersebut harus diluar 144 diagnosa yang bisa dilayani di FKTP.

“Rujukan berjenjang yang dilakukan oleh FKTP mengacu pada 144 diagnosa klinis sesuai standar International Classification Diseases – 10 (ICD-10), di mana penyakit-penyakit yang termasuk di dalamnya merupakan penyakit-penyakit yang mampu dikerjakan sesuai kompetensi oleh seorang dokter umum. Jadi masyarakat tidak perlu ragu lagi untuk berobat di FKTP ini karena secara kemampuan sumber daya dan sarana sebetulnya sudah mencukupi untuk memberikan pelayanan kesehatan yang mereka perlukan,” terangnya. (RW/na)

Komentar

Berita Lainnya