oleh

Siswa SMP Mehanggin Ujian Dengan Lumpur Sisa Banjir

-Sumsel-382 views
MUARADUA – Curah hujan yang tinggi mengguyuri Desa Pendagan dan Desa Mehanggi Kecamatan Muaradua yang terjadi sejak Pukul 23.00 Wib hingga Dini Hari membuat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Desa mehanggin tergenang bajir yang di ketahui pada Sabtu (22/6) sekira Pukul 04.00 WIB.
Foto : Ist

Sekolah Satu Atap ini, bukan yang pertama kalinya tergenang banjir, bahkan telah menjadi langganan setiap curah hujan mengguyuri wilayah Kecamatan Muaradua khususnya Desa Mehanggin tersebut. Beruntung, tidak adanya korban jiwa dan tidak adanya kerusakan gedung sekolah maupun fasilitas lainnya, hanya ada beberapa buku bekas dan lantai saja yang terendam banjir.

Atas bencana ini, pihak sekolah SD dan SMP Satu Atap Mehanggin mendapatkan pertolongan dari Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Nencana Daerah (BPBD) OKU Selatan untuk melakukan lebersihan di sekolah tersebut.
Foto : Ist

Ali Usin salah satu Guru di Sekolah tersebut mengatakan, bahwa setiap hujan deras dan lama sekolah satu atap ini pasti di genang banjir. Ali Usin mengaku bahwasanya, sekolah tempat ia mengajar tersebut, tergenang banjir pertama kali yang mengetahuinya Kepala Desa (Kades) setempat sekira Pukul 04.00 Wib.

“Pertama kali yang melihat sekolah kita terkena banjir Kades, dan kades langsung lapor ke kami, kemudian kami langsung nelpon Kepsek yang kebetulan sedang ada tugas di Kabupaten OKI,” ujarnya Sabtu (22/6). Dengan adanya informasi ini, kamipun langsung menelpon Ibu Lina untuk mengabarkan kepada Guru yang lain bahwa sekolah terkena banjir.
“Walaupun banjir siswa tetap sekolah, karena masih ulangan terakhir, bagi siswa/i Kelas VII dan Kelas VIII, karena air sudah surut tinggal lumpur lagi makanya siswa tetap ulangan,” terangnya.
Menurut Ali, kalau air sudah surut namun menyisakan lumpur sehingga tidak menjadi masalah maupun penghambat bagi siswa yang ulangan.Kepala Dinas Pendidikan, Zulfakar Dhani S Sos melalui Kabid SMP Reza Vahlevi SPd M Pd menanggapi bahwasanya kejadian ini bukan pertama kali, namun dengan adanya kejadian ini yang secara berulang bahwa Kepala Dinas sempat mengutarakan bahwa sekolah ini berupaya akan di pindahkan lokasinya.
Foto : Ist

“Rencananya akan di pindahkan lokasi sekolah ini, Kadespun telah siap untuk lokasi, namun hal ini tidaklah mudah karena sudah pasti memakan biaya yang sangat besar dan waktu yang cukup lama,” ungkapnya.

Dikatakan Reza kendati, tidak di pindahkan paling tidak akan kita usulkan Sungai ini di buatkan DAM agar air tidak meluap ke gedung sekolah, dan biaya tidak terlalu besar jika di bandingkan pemindahan gedung.
“Kalau di pindahkan biayanya cukup besar, dan waktunya juga cukup lama, kalau di pindahkan juga gedung lama ini akan mubazzir saja, tapi bagaimana nantinya kita akan mencari solusi air ini agar tidal meluap ke sekolah, apa di buatkan DAM,” tegasnya.
Sementara itu H Dony Agusta SKM MM menambahkan bahwa kami hanya membantu membersihkan material banjir ini saja, mengingat ini hanya bencana kecil dan tidak ada kerusakan di gedung.
“Kita cuma membantu membersihkan bekas-bekas banjir seperti lumpur, dan sampah-sampah yang berserakan,” pungkasnya. (Dal)

Komentar

Berita Lainnya