oleh

Sita Aset, Pemprov Gandeng Kejati

PALEMBANG – Pemprov Sumsel menggandeng Kejaksaan Tinggi untuk penanganan kasus perdata dan Tata Usaha Negara (TUN). Prosesi penandatanganan nota kesepakatan bersama antara Gubernur Sumsel dan Kajati Sumsel Sugeng Purnomo berlangsung di Griya Agung, Rabu (21/8).

Menurut Gubernur Sumsel, Herman Deru, banyak hal yang menjadi alasan pihaknya untuk menggandeng Kejati dalam pendampingan kasus perdata dan TUN. Seperti halnya persoalan aset Pemprov Sumsel yang saat ini masih menjadi permasalahan.

“Pemprov Sumsel seperti mendapatkan dekeng (backing) hari ini karena sudah MoU dengan Kejati. Dan untuk jajaran Pemprov Sumsel saya minta sama-sama terbuka,” kata Herman Deru.

Deru juga menginstruksikan kepada pengelola keuangan dan aset di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumsel harus mencatat aset yang dimiliki, minimal yang diketahui terlebih dahulu. Setelah itu barulah disisir keberadaannya.

“Saya ingin aset Pemda yang begitu banyak agar kembali. Untuk itu, kita harus memiliki data yang akurat,” tegasnya.

Sementara itu, Kajati Sumsel, Sugeng Purnomo, menyambut baik kerja sama ini. Menurut dia, dalam menjalanan pemerintahan memang tidak bisa berjalan sendiri-sendiri tanpa bantuan pihak lain.

“Nanti pihak kita sifatnya memediasi diluar persidangan. Kita berada di posisi yang netral. Yang jelas kita beri dukungan maksimal demi kemajuan pembangunan bagi masyarakat,” pungkasnya.(ety)

Komentar

Berita Lainnya