oleh

Sita Barang JCH, Panitia Haji Minta Ikhlas

PALEMBANG – Sudah menjadi rahasia umum banyak penumpang yang suka membawa barang atau benda terlarang di dalam pesawat. Termasuk jemaah calon haji (JCH) kloter 4 asal Kota Lubuklinggau, Pagaralam, dan sebagian jemaah Palembang harus merelakan barang yang dibawa dalam tas jinjing, disita petugas AVSEC (Aviation Security) Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II yang ditugaskan di aula Asrama Haji, Palembang, Rabu (10/7).

Sebelum memasuki ruangan aula, petugas AVSEC memasang alat pendeteksi barang dan meminta JCH untuk meninggalkan pada tempat yang disediakan. Tak ayal, barang-barang yang dibawa JCH dalam tas jinjing harus disita petugas. Seperti bedak, sambal, air mineral, gunting, lem Aica Aibon, minyak angin, sabun cair, dan barang-barang lainnya yang tidak diperbolehkan dibawa.

Dendi Iswantoro, salah satu petugas AVSEC mengatakan bahwa seluruh barang yang disita tersebut akan diserahkan kepada panitia haji Kanwil Kemenag Sumsel. Selanjutnya panitia yang akan menyimpan barang-barang tersebut. “Kita hanya meminta JCH untuk tidak membawanya ke dalam pesawat,” kata Dendi.

Sementara itu Kabag TU Kanwil Kemenag Sumsel H Abadil menyatakan bahwa barang-barang yang tidak boleh dibawa di dalam pesawat tersebut bisa diambil kembali oleh keluarga masing-masing dengan menghubungi panitia. Tetapi jika tidak diambil, dimohon keikhlasannya.

“Mohon diikhlaskan ya bapak/ibu,” pungkasnya. (dom)

Komentar

Berita Lainnya