oleh

Skandal Kasus AKN Terus Bergulir

MURATARA-Menanggapi skandal dugaan kasus suap pembangunan gedung AKN Kabupaten Muratara, yang tengah bergulir di Kejaksaan Negeri (Kejari) kota Lubuklinggau. Pemerintah Kabupaten Muratara, sampai saat ini belum bisa memberikan konfirmasi secara resmi mengenai penahaan tiga orang PNS di Muratara.

Saat ini sorotan publik kembali terfokus ke kasus dugaan korupsi AKN di wilayah Muratara. Pasca Kejari Kota Lubuklinggau, secara resmi mengumumkan penahanan terhadap empat orang tersangka terkait kasus itu.
Empat tersangka yang ditahan, diantaranya Firdaus selaku Pengguna Anggaran (PA) yang saat ini menduduki posisi Kepala Dinas Pariwisata di wilayah Muratara, Subhan pejabat pembuat komitmen (PPK) dan Fery selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), dan Fahrurozi selaku pihak rekanan.

Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan Sumber Daya Manusia (BKP-SDM) Muratara, Ralin saat dikonfirmasi di lingkungan Kantor Bupati Muratara, Selasa (8/1), mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kasus itu. Menurutnya, upaya itu dilakukan bukan untuk menutupi keterbukaan publik, namun ada sejumlah alasan teknis yang tengah mereka tunggu.

“Sampai saat ini kami belum dapat pemberitahuan resmi. Terkait  penahanan Kejari terhadap tiga PNS di Muratara  dugaan korupsi gedung AKN. Ini bukan upaya menutupi-nutupi informasi itu, tapi informasi ini saya baru tahu dari rekan-rekan,” katanya, singkat.

Menurutnya, mengenai upaya ke depan yang dilakukan Pemda Muratara, jika ternyata sudah ada surat resmi pemberitahuan dari Kejari mengenai penahanan itu. Mau tidak mau, mereka akan melakukan pembahasan teknis bersama pimpinan. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya