oleh

Lembaga Pendidikan Nurul Yakin Ogan Ilir Berduka

SUMEKS.CO- INDRALAYA – Sakinan Solihin (22) tidak menyangka dirinya bisa selamat, setelah berhasil diselamatkan oleh temannya , saat perahu ketek yang tumpanginya  karam. 4 orang dari 13 orang  tidak bisa diselamatkan dalam sebuah musibah karamnya sebuah ketek perahu yang terjadi di Lebak Penesak Desa Tanjung Atap Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir (OI), Selasa (26/5/2020) sekitar pukul 12.30 Wib atau sesudah salat dzuhur .

Adapun ke empat korban yang meninggal yakni Wiwin (30),  Azan Purba (30) beralamat di Desa Tanjung Atap Barat, Rafikoh (36) warga Desa Tanjung Atap dan Deti (26) warga Kelurahan Tanjung Batu. Mereka merupakan Guru dan Staf TU  Yayasan SMA Nurul Yakin Kecamatan Tanjung Batu .

Sedangkan yang selamat yakni Zuhri, Erik, Dadang, Wiwik, Sakina, Nana, Jarintan dan Sakinah Solihin, termasuk serang alias juru kemudi ketek Parahu Zainal Abidin (60) , yang saat ini di amankan petugas Polsek Tanjung  Batu ini di mintai keterangannya .

Menurut penuturan Sakinah Solihin yang terbaring lemas di Puskesmas Tanjung Batu  mengaku pada H-3 Lebaran, mereka  sengaja  akan melaksanakan ziarah ke Makam  Sayid Umar Bagindo Sari berjarak sekitar 2,5 KM dari Desa Tanjung Atap, tepatnya di seberang Desa Tanjung Atap.

Mereka   berjumlah 13 orang termasuk juru kemudi  naik perahu ketek yang bukan kapasitasnya, meski Sakinah Solihin mengaku tidak bisa berenang,  dan tidak ada satupun mereka yang merasa berkeberatan, tetap melaju untuk menuju tempat  makam ziarah.

Air lebak yang tengah meluap, tanpa takut dan cemas , namun ketika baru sekitar 250 meter melaju tiba-tiba mesin ketek parahu mati.

“Oleh Juru Kemudi , mesih ketek dihidupkan, tiba-tiba saat mesin hidup, perahu oleng, hingga akhirnya karam, dan saya tidak tahu lagi,”kata  Sakinah.

Sementara Ramlan (50) orang tua korban Wiwin harus kehilangan putra semata wayangnya, meski mengaku tidak ada firasat, namun kepergian buah hatinya merasa terpukul, khususnya istrinya Mardiah.

“Ketemu sekitar jam 11 sebelum berangkat berziarah, lalu mendapatkan khabar telah meninggal di Puskesmas Tanjung Batu, dan sebelumnya tidak ada firasat sedikitpun atas musibah ini ”tutur Ramlan.

Sementara Dewan Pembina Yayasan  SMA Nurul Yakin  Yusran Rifai mengatakan, bahwa para Guru dan staf TU yang melaksanakan Ziarah ke Makam Sayid Umar Bagindo Sari, bukan program sekolah .

“Kegiatang ziarah yang dilaksanakan oleh para guru dan staf TU  itu diluar program sekolah, itu kegiatan pribadi,”kata Yusran Rifai.

Meski begitu katanya, pihaknya merasa kehilangan dan turut belasungkawa  terhadap pihak keluarga korban yang merupakan  para tenaga guru dan staf TU mereka,”Yang meninggal itu dua guru dan dua staf TU,”kata Yusran.

Masih kata Yusran, meski kejadiannya diluar program sekolah, karena memang saat ini sekolah masih libur, pihaknya sekolah tetap akan memberikan perhatian berupa  santunan kepada pihak keluarganya.

Kades Tanjung Atap Firmansyah  mengatakan, bahwa peristiwa musibah tenggelamnya  perahu hingga menelan korban jiwa tersebut, baru kali ini terjadi. “Sepengetahuan saya kejadian seperti baru kali ini terjadi,”katanya.

Saat menerima imformasi adanya perahu karam, pihaknya segera mengumpulkan para perangkat desa , melapor ke Polsek, mencari satang bamboo panjang serta menyiapkan jarring untuk melakukan evakuasi para korban,”Allhamdulillah dalam waktu singkat, ke empat korban dalam waktu berkelang 10 hingga 15 menit berhasil ditemukan,”katanya.

Namun demikian, kedepan agar kasus serupa tidak terulang kembali akan memberlakukan warning kepada siapa saja yang akan pergi berziarah harus izin ke Kades,”Paling tidak harus melapor dan perahu yang dinaiki harus sesuai dengan kapasitas dan kelayakannya,  perahu itu semestinya cukup untuk 5 hingga 7 orang, ini justru sampai 13 orang,”katanya.

Kapolres Ogan Ilir (OI) AKBP Imam Tarmudi melalui Kasat Reskrim AKP Malik Fahrin mengatakan,   sebelum peristiwa tersebut terjadi,  pihak Polsek Tanjung Batu menerima informasi, ada perahu terbalik yang ditumpangi oleh beberapa orang warga yang berasal dari guru SMA Nurul Yakin.

Lalu petugas Polsek Tanjung Batu langsung menuju TKP untuk memastikan informasi yang terjadi sekitar pukul 12.30 Wib.

“Kalau orang bilang disini perahu itu disebut ketek yang ditumpangi oleh 13 orang termasuk juru kemudinya,”katanya.

Mereka hendak melakukan ziarah ke Makam yang berada di seberang Lebak Penesak.”Hasilnya didapat  dari 13 orang, 4 orangnya meninggal,”kata AKP Malik Fahri.

Dan pihaknya telah melakukan olah TKP dengan mengumpulkan barang bukti, dan keterangan saksi, dari 13 warga korban , 4 orangnya meninggal dunia.

“Saat ini masih melakukan penyelidikan apakah ada tindak pidana karena masih mengumpulkan bukti dan keterangan dan masih kita dalami, termasuk juru kemudinya masih diminta keterangan di Polsek Tanjung Batu”katanya.

Sementara Bupati OI H M Ilyas Panji Alam ketika menerima informasi adanya warga tenggelam hingga menelan korban jiwa, langsung menuju ke lokasi TKP, Ke Puskesmas termasuk kerumah duka untuk memberikan belasungkawa turut berduka cita atas musibah tersebut.(Sid/jal)

Komentar

Berita Lainnya